MAKALAH
ASAS – ASAS MANAJEMEN
Diajukan Sebagai Tugas Semester Pendek
Mata Kuliah Asas Asas Manajemen
Pada Program Studi Ilmu Pemerintahan Semester IV
NANA SUTISNA
NIM. 6520114040
SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU
POLITIK
STISIP WIDYAPURI MANDIRI SUKABUMI
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah
SWT yang karena anugerah dari-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita,
yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus
berupa ajaran agama Islam yang sempurna dan menjadi anugerah serta rahmat bagi
seluruh alam semesta.
Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan
makalah yang menjadi tugas Semester Pendek Mata Kuliah "Asas Asas
Manajemen". Disamping itu, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu kami selama pembuatan makalah ini berlangsung
sehingga terealisasikanlah makalah ini.
Semoga makalah sederhana ini
dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah
disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya.
Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi
perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.
Sukabumi, Juli 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………….………………………………….…………. i
DAFTAR ISI ………………………..…………………..……………..……….. ii
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penelitian ………………………………………………..…
1
1.2. Ruang Lingkup …………………………………. ……..…...…………...…
2
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1. Fungsi Manajemen ………………………………...……………………… 4
2.2.
Proses Manajemen……………..…..…..…..…..…..………………………. 7
2.3.
Siklus Manajemen……………..…..…..…..…..…..………………………. 8
2.4.
Tingkat Manajerial ……………....…..…..…....…..………...……………. 11
2.5.
Kompetensi Manajerial ……………....…..…..…....
…..…...……………. 12
2.6.
Tugas Manejer ……………....…..…..…....…..………...………......……. 14
BAB
III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan …………………………...………….……………………… 19
DAFTAR
PUSTAKA ……………..…………………………………….…… 23
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Istilah manajemen berasal dari Bahasa Latin manus yang berarti ‘to control by hand” atau “gain
result”. Istilah ini juga berasal dari bahasa Italia maneggiare yang berarti
"mengendalikan,". Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata
ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
Manajemen dapat didefinisikan sebagai tindakan atau proses bersama untuk
menyelesaikan keinginan dan mencapai tujuan organisasi secara efektif dan
efisien. Management mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengisian staf,
pemimpinan, dan pengontrolan untuk optimasi penggunaan sumber-sumber dan
pelaksanaan tugas-tugas.
Selain itu, ada beberapa pengertian
manajemen dari beberapa ahli :
1.
Menurut
Henry Fayol memanajemen adalah untuk meramalkan
dan merencanakan, mengorganisasikan,
memerintahkan, mengkoordinasikan dan mengendalikan.
2.
Menurut
Ordway Tead mendefinisikan manajemenen sebagai proses dan kegiatan pelaksanaan
usaha memimpin dan menunjukkan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di
dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan.
3.
Menurut Richard L. Draft manajemen adalah
pencapaian tujuan organisasi secara
efektif dan efisien melalui
perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan, dan pengendalikan sumber daya organisasi
4.
Menurut
Marry Parker Follet, manajemen adalah sebagai seni dalam menyelesaikan
pekerjaan melalui orang lain.
5.
Menurut
James A.F. Stonner manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan
sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang
ditetapkan.
6.
Menurut
George R. Terry Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri
dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan
pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah
ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
7.
Menurut
Lawrence A. Appley, Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan
melalui usaha orang lain.
8.
Menurut
Horold Koontz dan Cyril O’donnel manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu
tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.
Dari beberapa definisi tersebut, terdapat tiga ide penting yaitu :
1.
Manajemen sebagai ilmu dan seni.
2. Manajemen adalah proses pencapaian tujuan organisasi dengan
cara yang efektif dan efisien.
3. Terdapat empat fungsi menejemen yaitu planning, organizing, leading, and controlling.
Manajemen disebutkan sebagai seni karena
manajemen merupakan kekuatan pribadi yang kreatif ditambah dengan skill dalam
pelaksanaan pekerjaan. Manajemen sebagai ilmu karena manajemen adalah bagian
dari gagasan manusia tentang kosmos. Selain itu manajemen menggunakan metode
ilmiah dalam menjelaskan fenomena manajerial. Manajemen juga sebagai profesi
karena manajemen merupakan salah satu jenis pekerjaan yang terspesialisasi.
Manajemen
erat kaitannya dengan kata efektif dan efisien. Efektif berarti melakukan hal
yang benar, maksudnya bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan.
Sementara efisien berarti melakukan dengan benar, maksudnya bahwa tugas yang
ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
1.2 Ruang Lingkup Manajemen
Lingkungan
manajemen merupakan sebuah kekuatan besar untuk dikendalikan agar mencapai
keunggulan daya saing. Lingkungan ini dibagi menjadi tiga, yakni :
1. Lingkungan
Umum
Merupakan lapisan luar
dari lingkungan. Dimensi ini mempengaruhi manajemen sepanjang waktu, namun
tidak terkait dengan sehari-hari. Dimensi lingkungan ini meliputi :
a. Internasional
Lingkungan ini
merupakan sebuah peristiwa yang berasal dari negara asing yang mampu
menimbulkan pesaing,pelanggan,serta pemasok baru dan membentuk tren
sosial,teknologi dan ekonomi.
b. Teknologi
Berupa kemajuan ilmiah
dan teknologi dalam industri tertentu,serta masyarakat secara luas.
c. Sosial
Budaya
Mencakup karakteristik
demografi,norma,kebiasaan, dan nilai-nilai masyarakat.Karakteristik demografi
yang paling penting adalah distribusi geografis dan kepadatan
penduduk,usia,serta tingkat pendidikan.
d. Ekonomi
Merupakan kesehatan
ekonomi secara umum dari suatu negara.
e. Hukum-Politik
Mencakup peraturan
pemerintah di tingkat lokal,negara bagian, dan federal,serta aktivitas poitik
yang dirancang untuk mempengaruhi perilaku pelaksanaan manajemen.
2. Lingkungan
Tugas
Meliputi sektor-sektor
yang melakukan transaksi harian dengan perusahaan,serta berpengaruh secara
langsung terhadap operasi dasar dan kinerjanya.lingkungan ini terdiri dari para
pesaing,pemasok, dan pelanggan.
3. Lingkungan
Internal
Mencakup elemen-elemen
yang berada di dalam sebuah perusahaan. Terdiri atas karyawan yang masih
bekerja, dan khususnya budaya perusahaan yang menentukan perilaku karyawan di
dalam lingkungan internal.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Fungsi
Manajemen
Fungsi berarti kegunaan dari sesuatu atau seseorang. Dalam
manajemen, yang dimaksud dengan fungsi manjemen adalah elemen dasar yang selalu
ada dan melekat dalam proses manajemen, yang akan dijadikan acuan oleh manajer
dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi secara unik
menjelaskan tentang pekerjaan manajer.
Fungsi
manajemeen pertama kali diidentifikasi oleh Henry Fayol, seorang industrialis
dari Perancis. Menurut Fayol, ada lima fungsi manajemen yang meliputi planning, organizing, commanding,
coordinating, dan controlling.
Menurutnya, kelima fungsi ini adalah fungsi yang universal sebab semua manajer,
dalam bidang kerja apapun, pasti menjalankan fungsi-fungsi ini dalam pekerjaan
mereka.
Fayol
mengidentifikasikan planning sebagai
fungsi yang meliputi peramalan kondisi di masa depan, penetapan tujuan, dan
pengembangan rencana untuk mencapai tujuan. Sedangkan organizing menurut Fayol meliputi penyusunan kegiatan dan alokasi
sumberdaya manusia, termasuk juga perekrutan, evaluasi dan pelatihan anggota.
Fungsi selanjutnya, yaitu commanding
meliputi pengawasan terhadap anggota dan menginspirasi mereka untuk bekerja
mencapai tujuan. Coordinating meliputi
penyelarasan berbagai kegiatan yang ada. Terakhir, controlling memastikan bahwa segala sesuatunya berjalan sesuai
rencana.
Selain teori diatas, Luther Gullic juga mengajukan sebuah formula lain.
Fungsi tersebut disingkat POSDCORBE. Di
sini P berarti Planning, O berarti Organizing, D berarti Directing, S
berarti Staffing, CO berarti Coordinating, R berarti Reporting, B berarti Budgeting, dan E berarti Evaluating. Gullic menyarankan POSDCORBE
sebagai fungsi dari manajemen. Fungsi POSDCORBE inilah yang sekarang ini paling
representatif menjelaskan tentang pekerjaan manajer. POSDCORBE memberikan definisi yang lebih detail tentang fungsi manajemen.
1.
Planning
Perencanaan
adalah fungsi utama dari manajemen. Perencanaan melibatkan pemilihan misi dan
tujuan, pembuatan strategi untuk mencapainya, mengembangkan rencana-rencana
selanjutnya, serta diperlukan pengambilan keputusan. Sebelum diambil keputusan
final, semua yang ada hanya meliputi perencanaan, analisis atau
proposal.perencanaan adalah tahap awal yang sangat penting. Kesuksesan suatu
kegiatan ditentukan oleh perencanaan awalnya.
2.
Organizining
Organizing
berarti mengumpulkan semua sumber
daya
(manusia, bahan, mesin, uang, pasar, dan metode) dan menggunakan sumber daya tersebut untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Mengorganisasi juga berarti menentukan
apa yang perlu diselesaikan, bagaimana cara menyelesaikannya, dan siapa yang
akan mengerjakannya.
3.
Staffing
Staffing berarti menentukan
menentukan sumber daya manusia yang dibutuhkan dan merekrut, memilih, melatih,
dan mengembangkan sumber daya manusia tersebut.
4.
Directing
Directing
berarti memandu dan memerintah orang-orang untuk bekerja dengan cara yang
benar. Memimpin adalah mempengaruhi sekelompok orang sehingga mereka
berkontribusi pada tujuan kelompok. Memimpin juga termasuk memotivasi anggota
dan menyelesaikan konflik.
5.
Coordinating
Fungsi
ini adalah fungsi terpenting, yaitu menyelaraskan semua bagian-bagian dan
kegiatan-kegiatan yang ada. menyelaraskan
6.
Reporting
Fungsi
pelaporan berguna untuk menjaga tanggung jawab atasan dan bawahan. Untuk keperluan ini pemimpin harus menerima laporan pula
dari semua bagian atau petugas yang bertanggung jawab kepadanya.
7.
Budgeting
Penganggaran adalah dalam bentuk
perencanaan fiskal, akuntansi dan kontrol.
8.
Evaluating
Evaluasi merupakan
proses dari refleksi dimana nilai dari aksi yang dilakukan berhubungan dengan
proyek, program, atau kebijakan yang diwajibkan (Sringett, 2003). Evaluasi
berfungsi menentukan pencapaian objek dan memperbaiki implementasi program
2.2 Proses Manajemen
Menurut Gemp R.
Terry, manajemen adalah proses yang khas yang terdiri dari planning, organizing, leading, dan controlling yang diperankan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan dengan memanfaatkan manusia dan sumberdaya lainnya. Arti dari proses
menurut kamus oxford sendiri adalah :
” a
series of actions or steps taken in order to achieve a particular end”
Dari makna di
atas dapat disimpulkan bahwa proses manajemen itu adalah bentuk rangkaian
kegiatan, tidak berdiri sendiri, merupakan cara yang sistematis, yang
dijalankan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam manajemen proses,
sumberdaya dan usaha manusia digunakan dalam cara yang runtut untuk mencapai
tujuan tertentu. Sederhananya, proses merupakan implementasi dari fungsi.
Dengan kata lain, proses manajemen adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan
untuk menjalankan fungsi planning,
organizing, staffing, directing,co-ordinating, reporting, budgeting, dan evaluating. Di sini proses manajemen terdiri dari planning,
organizing, actuating, dan controlling
(POAC)
1.
Planning
Planning adalah sebuah proses yang terdiri dari beberapa langkah.
Proses ini diawali dengan mengamati lingkungan, ini berarti perencana harus
mendefinisikan masalah, meramalkan kondisi di masa depan, dan menentukan
tujuan. Kemudian perencana (manajer) harus berusaha mengembangkan alternatif
kegiatan untuk mencapai tujuan. Setelah mengumpulkan alternatif, baru diambil
keputusan untuk menentukan langkah-langkah mencapai tujuan. Akhirnya, perencara
harus mengimplementasikan keputusan dan memonitor hasil.
2.
Organizing
Meliputi tindakan – tindakan untuk merinci
kegiatan yang harus dilakukan, mengembangkan mekanisme untuk mengkoordinasi
para anggota, dan mengalokasikan sumber daya yang ada.
3.
Actuating
Meliputi tindakan untuk menggerakkan bawahan
untuk mencapai tujuan dengan melibatkan kemampuan memimpin, komunikasi, dan
disiplin. Juga untuk menciptakan kondisi yang kondusif untuk para bawahan.
4.
Controlling
Dalam controlling meliputi
tindakan-tindakan untuk menetapkan standar pelaksanaan dan pengukuran
pelaksanaan, mengevaluasi pelaksanaan kegiatan nyata, mengoreksi penyimpangan
dengan membandingkannya dengan standar yang ada. Yang terakhir adalah untuk
mengambil tindakan untuk memperbaiki kesalahan.
Tiap
proses dalam menejemen saling terkait satu sama lain dan keterkaitan tersebut
memberikan umpan balik. Dalam proses manajemen planning akan menentukan organizing,
organizing akan mengarah pada actuating,
actuating akan menimbulkan controlling,
dan controlling akan memperbaiki planning. Begitu seterusnya sampai
tercapai tujuan yang telah ditetapkan. Oleh itulah, disebut proses, karena
terdapat rangkaian kegiatan. Proses manajemen merupakan aktualisasi dari fungsi
manajemen atau proses manajemen itu menjalankan fungsi manajemen itu sendiri.
2.3 Siklus
Manajemen
Siklus
manajemen merupakan suatu istilah yang digunakan pada proses perencanaan dan
pengelolaan proyek atau program dari suatu lembaga atau perusahaan. Siklus
manajemen dapat diartikan sebagai suatu proses rangkaian dari semua fungsi manajemen
yang saling berkesinambungan satu sama lain. Meskipun tiap fungsi manajemen
dapat diidentifikasi dari segi aktivitas dan tujuan secara terpisah, akan
tetapi dalam pelaksanaannya tiap fungsi manajemen tersebut tidak dapat
dipisahkan. Setiap tahap dari siklus tersebut menuntun ke tahap berikutnya. Di
bawah ini merupakan bentuk siklus manajemen :
Adapun
tahap yang berkesinambungan dalam siklus manajemen adalah sebagai berikut :
1.
Planning
Tahap awal yang harus dilakukan adalah merencanakan suatu
program yang ingin dicapai oleh suatu lembaga atau perusahaan. Planning dilakukan untuk mencapai tujuan
atau misi yang diinginkan. Membuat sebuah planning
sangat dubutuhkan agar
Menurut Tripathi and Reddy, Principle of Management (2006) Definisi planning adalah :
“Planning means that managers think of their
actions in advance. Their actions are usually based on some method, plan, or
logic, rather than on a hunch.”
Dari kutipan tersebut dapat diketahui bahwa, seorang manajer
dalam merencanakan suatu program didasarkan pada beberapa metode, rencana, atau
logika, bukan pada dugaan. Jadi, dalam melakukan Planning tidak dilakukan dengan asal-asalan namun, ada landasan yang
mendasari planning tersebut. Sebelum melakukan Planning perlu adanya riset
lebih lanjut dan mempertimbangkan risiko yang akan ditimbulkan dari Planning tersebut.
2.
Organizing
Tahap kedua merupakan
pengorganisasian. Pada tahap ini seorang manajer lebih banyak berperan karena
pada tahap ini dibutuhkan sosok manajer sebagai seorang leader yang
mengorganisir anak buahnya.
Menurut Tripathi and Reddy, Principle of Management (2006) Definisi organizing adalah :
“Organizing means that managers coordinate
the human and material resources of the organisation.”
Dari kutipan tersebut dapat diketahui bahwa, seorang manager
bertugas untuk mengkoordinasi Sumber Daya Manusia (SDM) dan menyesuaikanya
dengan material yang tersedia. Jadi, dalam melakukan organizing perlu adanya pembagian tugas kepada SDM yang ada dan
menyesuaikannya dengan material yang tersedia. Hal tersebut perlu dilakukan
agar ketercapaian planning dapat
efektif dan efisien sesuai dengan yang diharapkan.
3.
Actuating
Tahap ketiga merupakan aplikasi atau pelaksanaan dari
berbagai planning yang sudah di organizing. Pada tahap ini tiap
individu melaksanakan tugas sesuai dengan posisinya. Tanggung jawab dari setiap individu diperlukan dalam tahap ini.
Menurut Tripathi and Reddy, Principle of Management (2006) Definisi actuating adalah :
“Actuating means that
managers motivate and direct subordinates.”
Dari kutipan tersebut dapat diketahui bahwa,
seorang manajer perlu memotivasi anak buah (staff)
yang sedang bekerja sesuai dengan posisinya. Hal tersebut perlu dilakukan agar
anak buah merasa diperhatikan sehingga setiap anak buah dapat bekerja maksimal.
Jika pekerjaan dapat dilakukan dengan baik dan maksimal maka, planning yang dibuat dapat mendekati
keberhasilan.
4.
Controlling
Menurut Tripathi and Reddy, Principle of Management (2006) Definisi controlling adalah :
“Controlling means that
managers attempt to ensure that there is no deviation from the norm and plan.”
Dari kutipan tersebut dapat diketahui bahwa,
Control disini dimaksudkan untuk
membandingkan rencana (plan) dengan
hasil (result). Hal tersebut
dimaksudkan agar hasil yang diperoleh tidak jauh menyimpang dari apa yang telah
direncanakan. Jika rencana yang diperoleh sudah sesuai atau tidak terdapat
penyimpangan maka, siklus dapat dilanjutkan dengan membentuk planning yang baru.
Apabila rencana (plan) tidak sesuai dengan hasil atau dapat dikatakan terjadi
penyimpangan maka, pada tahap inilah
dilakukan sebuah control untuk
mengevaluasi penyebab terjadinya penyimpangan tersebut. Control disini diharapkan pula dapat dipakai sebagai bahan
pertimbangan dalam menentukan Planning-planning
berikutnya. Agar kesalahan atau penyimpangn yang sama tidak sampai terjadi dua
kali.
Dilihat dari
gambar dan penjelasan diatas, dapat diketahui bahwa siklus manajemen senantiasa
berputar secara berulang. Pada tiap tahap siklus saling berkesinambungan antara
satu dengan yang lain. Setelah tahap controlling
tahap selanjutnya kembali ke tahap
planning, begitu pun seterusnya. Dan apabila terdapat hambatan maka tugas
seorang manajerlah yang harus mengevaluasi segera. Agar misi dan tujuan yang
diinginkan dapat tercapai.
2.4 Tingkat Manajerial
Manajer adalah anggota organisasi yang bertanggung jawab
atas anggota organisasi lainnya dan memiliki kewenangan formal untuk
menggunakan sumber daya organisasi serta membuat keputusan. Dalam sebuah organisasi, manajer
dibedakan menjadi beberapa tingkatan berdasarkan peran, fungsi dan tugas
manajer.
Menurut George R. Terry, dalam bukunya yang berjudul Priciple of Management 1972,
tingkatan
manajer ini ada 4, yakni Top, Upper
middle, Lower middle,
lower.
Menurut Mintzberg, dalam bukunya yang berjudul The Manager’s Job, tingkatan manajer
adalah sebagai berikut:
“Although there may actually be a number of
levels, the most common view is that there are three basic levels: top, middle,
and first-line managers.”
Pada saat ini, dalam sebuah organisasi ataupun perusahaan
tingkatan manajer ini hanya ada tiga, yakni :
1. Manajer
Puncak (Top Manager)
Manajemen ini merupakan puncak atau
tingkatan tertinggi dari sebuah organisasi. Biasanya terdiri dari kelompok yang
relatif sedikit. Manajer puncak bertanggung jawab untuk manajemen keseluruhan
dari sebuah organisasi yang berwenang untuk menetapkan kebijakan operasional
dan pedoman interaksi organisasi dengan lingkungan, serta menetapkan tujuan
organisasinya. Manajer puncak juga bertanggung jawab membentuk budaya
perusahaan, dan menjaga semangat kewirausahaan yang dapat membantu perusahaan
menyeimbangi perubahan yang cepat. Manajer puncak ini memegang jabatan seperti
: Chief Executive Officer, Chief
Operating Officer, Chairman of the board, ,dan senior vice president.
2. Manajer
Menengah (Middle Manager)
Manajer
menengah adalah mereka yang berada di tingkat bawah manajer puncak. Jabatan manajer tengah meliputi: Manajer Umum, Manajer
Pabrik, Manajer Regional, dan Manajer Divisi.
Manajer menengah bertanggung jawab dalam mengimplementasikan tujuan yang ditetapkan oleh manajemen puncak. Mereka melakukannya dengan menetapkan
tujuan untuk departemen dan unit bisnis lainnya.
Manajer
menengah dapat memotivasi dan membantu manajer lini pertama untuk mencapai
tujuan bisnis. Manajer menengah
juga dapat berkomunikasi keatas, dengan menawarkan saran dan umpan balik kepada
manajer puncak. Karena manajer
menengah lebih terlibat dalam operasional kerja harian perusahaan , mereka
dapat memberikan informasi berharga untuk manajer puncak untuk membantu
meningkatkan bottom line organisasi. Manajer
menengah diharapkan dapat membina hubungan baik dengan sesama manajer dalam
organisasi, mendorong kerja tim dan menyelesaikan konflik.
3. Manajer
Lini Pertama (First Line Manager)
Manajer lini pertama merupakan tingkatan
manajer paling rendah, dimana
manajer lini peratma
ini bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain yang menghasilkan produk.
Manajer lini pertama ini adalah mereka yang menduduki jabatan seperti : Kantor Manajer, Supervisor Shift,
Departemen Manajer, Foreperson, Pemimpin Crew, manajer toko.
Dalam sebuah organisasi
selalu ada manajer lini pertama.
Meskipun
manajer lini pertama tidak membuat suatu keputusan, mereka memiliki pengaruh
yang sangat kuat pada perusahaan. Hal
ini dikarenakan manajer lini pertama setiap harinya berinteraksi dengan karyawan. Jika para manajer lini
pertama berkinerja buruk, karyawan juga dapat berkinerja buruk.
2.5 Kompetensi Manajerial
Henri Fayol mengidentifikasi tiga macam kompetensi atau
keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seorang manajer, yaitu keterampilan
konseptual (conseptual skill),
hubungan interpersonal (human relations
skill) dan teknis (technical skill).
Penjelasannya adalah sebagai berikut :
1.
Konseptual Skill (Conseptual Skill)
Keterampilan
konseptual adalah kemampuan seorang manajer untuk meliha organisasi secara
keseluruhan, sebagai entitas lengkap. Termasuk dalam unit organisasi bekerja
sama dan bagaimana organisasi cocok dengan lingkungan kompetitif. Keterampilan konseptual sangat penting
untuk manajer puncak, yang memiliki kemampuan untuk melihat "gambaran
besar" yang akan berdampak besar terhadap
keberhasilan bisnis. Namun,
keterampilan konseptual masih diperlukan untuk manajer menengah dan manajer
lini pertama. Mereka harus menggunakan keterampilan ini untuk membayangkan,
misalnya, bagaimana pekerjaan unit dan tim yang terbaik terorganisir.
2.
Kemampuan Hubungan
Interpersonal (Human Relations Skill)
Keterampilan
interpersonal melibatkan hubungan manusia, atau kemampuan manajer untuk
berinteraksi secara efektif dengan
anggota organisasi. Keterampilan ini termasuk didalamnya adalah kemampuan untuk
bekerja sama, memahami dan memotivasi orang lain sebagai individu atau dalam
kelompok.
3. Kemampuan
Tekhnik (Technical Skill)
Keterampilan
teknis adalah kemampuan manusia untuk menggunakan prosedur, teknik, dan
pengetahuan mengenai bidang khusus.Keterampilan teknis yang digunakan akan
berbeda dalam setiap tingkat manajemen. Manajer lini pertama terlibat dalam operasi aktual organisasi, mereka
perlu memiliki pemahaman tentang
bagaimana produksi dan jasa terjadi dalam organisasi untuk mengarahkan dan mengevaluasi karyawan. Selain itu, manajer lini pertama perlu keterampilan dalam penjadwalan kerja dan
menyiapkan dana. Manajer menengah menggunakan keterampilan yang lebih
teknis terkait dengan perencanaan dan pengorganisasian,
dan manajer puncak harus memiliki keterampilan untuk memahami cara kerja keuangan organisasi yang kompleks.
Fayol
dan Katz mengemukakan bahwa walaupun ketiga keterampilan ini penting bagi
seorang manajer, kepentingan relatifnya terutama tergantung pada peringkat
manajer tersebut dalam sebuah organisasi.
2.6
Tugas
Manajer
Manajer di
semua organisasi, mulai dari bisnis kecil sampai besar terlibat dalam beberapa
aktivitas dasar. Aktivitas ini dibagi jadi beberapa kategori.
1. Planing
Inti dari
perencanaan ini untuk memutuskan tujuan-tujuan apa yang akan dilakukan untuk
masa depan dan apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan itu.
2. Organizing
Pengorganisasian
ini untuk mengelompokkan aktivitas, menetapkan aktivitas, dan menyediakan
otoritas yang diperlukan untuk melakukan aktivitas.
3.
Staffing
Menentukan
sumberdaya manusia yang dibutuhkan dan merekrut, memilih, melatih, dan
mengembangkan sumberdaya manusia.
4.
Leading
Mengarahkan,
menghubungkan perilaku manusia ke arah pencapaian tujuan.
5.
Controlling
Mengukur
kinerja terhadap tujuan, menentukan penyebab penyimpangan, dan mengambil
tindakan perbaikan ketika dibutuhkan.
a. Peran Manajer
Peran dan keterampilan
manager biasanya diperlukan oleh semua manajer, tanpa terkecuali. Manajer punya
otoritas, atau kekuatan, dalam organisasi dan menggunakannya dengan banyak
cara. Untuk menggunakan otoritas terbaiknya, manajer mengambil peranan yang berbeda.
Menurut Mintzberg, dalam
bukunya yang berjudul The Manager’s Job,
peran manajer adalah sebagai berikut:
“Henry Mintzberg offers us an
interesting analysis of the nature of managerial roles. In the mid-1970s he
closely observed the day-to-day activities of a group of CEOs. From his
observations, Mitzberg suggested that the formal authority granted to managers
by the organization is accompanied by a certain degree of status. This status
facilitates interpersonal relathionships with supriors, peers, and
subordinates. Thesa individuals, in turn, povide managers with the information
they need to make decisions. From this
analysis, he concluced that managers play several different roles and that
these roles fall into three basic categories : interpersonal, informational,
and decsional.”
Dari kutipan diatas,
dapat disimpulkan bahwa Henry Mintzberg
menawarkan analisis menarik tentang peran manajer. Pada pertengahan
1970an, Henry melakukan
pengamatan pada perkumpulan CEO (chief
executive officer). Dari pengamatannya, henry menyarankan bahwa kewenangan
formal yang diberikan kepada manajer oleh organisasi disertai dengan tingkat
status tertentu. Status tersebt menyebabkan manajer melakukan hubungan
interpesonal dengan atasan, rekan sejawat, dan bawahan yang pada gilirannya
memberikan kepada manajer informasi yang mereka butuhkan untuk mengambil
keputusan.
Dari analisis ini dapat
disimpulkan bahwa manajer memainkan peran yang berbeda dan Peranan manajer
menurut Henry Mintzbergini dibagi menjadi tiga kategori :
1.
Peranan interpersonal
2.
Peranan hubungan informasional
3.
Peranan membuat keputusan.
1. Interpersonal roles
(peranan interpersonal)
Peran
manajer
antari ndividu ini yaitu tentang hubungan manajer
dengan orang lain. Seorang manajer memainkan sebuah peran interpersonal dengan
memberikan kepemimpinan dalam perusahan atau interaksi dengan orang lain di
luar organisasi. Peran interpersonal sendiri terdiri dari tiga bagian :
a. Figurehead (bukan pemimpin
sesungguhnya)
Manajer
berfungsi sebagai perwakilan resmi dari unit atau organisasi tertentu. Manajer
sering diminta untuk melayani sebagai figurehead ini,tugasnya hanya ceremonial (upacara) dan simbolik. seperti : menyambut dan menyalamitamu,
menghadiri upacara pembukaan dengan pemotongan pita,menandatangani dokumen
resmi, dan sejenisnya.
b. Leader (pemimpin)
Manajer
berfungsi memandu dan memotivasi staffnya dan bertindak yang memberi efek
positif di tempat kerja. Misalnya mempekerjakan, melatih, dan memotivasi
pegawai. Seorang manajer baik formal maupun non formal menunjukkan kepada
bawahannya bagaimana mengerjakan sesuatu, bagaimana jika harus melakukan
sesuatu di bawah tekanan, dan kapan seseorang harus terlibat dalam kepemimpinan
di suatu perusahaan.
c. Liaison (penghubung)
Sebagai
penghubung (liaison), yaitu berhubungan dengan orang yang bukan bawahan
atau atasannya (misalnya dengan rekannya dalam organisasi atau dengan
pelanggan, kreditur, investor, pemasok, dan para pihak luar organisasi
lainnya). Dalam peran ini, manajer berhubungan dengan orang di luar organisasi
secara berkelanjutan .Manajer
melakukan peran ini dengan
mempertahankan jaringan informasi atau kontak baik di dalam maupun di luar
organisasi menggunakan e-mail, telepon, maupun rapat. Misalnya, manajer
melakukan hubungan kerja dengan pemasok, dan ketika tenggat waktu atau deadline
dan dia kekurangan pasokan bisa langsung memanggil “kontak” di pemasok untuk
mendapakan kekurangan pasokan, dengan hal ini dia telah menjalankan peran
seorang manajer sebagai penghubung.
2. Informational roles
(peran manajer sebagai sumber informasi)
Peran
ini meminta seorang manajer untuk menyediakan pengetahuan, berita, atau saran
kepada pekerja. Dalam peran ini, manajer sebagai titik strategis untuk
mengumpulkan dan menyebarkan informasi. Seorang manajer mengisi peran ini
misalnya dengan memegang rapat, atau menemukan cara lain dengan membiarkan
pekerja mengetahui tentang pentingnya aktivitas bisnis. Ada tiga kategori yang
masuk dalam peran informasional:
a. Monitor (pemantau)
Dalam peran ini, manajer secara kontinu harus mencari dan
menerima informasi, mempertahankan kontak personal dan informasinya bermanfaat
dan efisien. Intinya manajer secara aktif mencar informasi,menerima dan
mengumpulkan informasi.
b.
Disseminator
(penyebar)
Disini manajer mendistribusikan informasi dalam organisasi.
Misalnya manajer menyebarkan informasi kepada bawahannya, menyebarkan informasi ke
organisasi lain, mengirim memo dan laporan, membuat panggilan telepon. Disini
manajer muncul sebagai link penting dalam rantai organisasi komunikasi.
c.
Spokesperson (juru bicara)
Manajer menyampaikan informasi dan mendistribusikan informasi
di luar unitnya atau di luar organisasi.
Sebagai contoh seorang manajer pabrik dapat mengirimkan informasi untuk
manajer tingkat atas sehigga pengetahuan
mereka akan kegiatan pabrik lebih baik lagi. Mengirimkan informasi ke luar bisa
melalui melalui pidato, laporan, memo.
3. Decisional roles (peran manajer sebagai
pengambil keputusan)
Di
dalam peran ini, seorang manajer memainkannya ketika membuat perubahan di
kebijakan, menyelesaikan masalah, dan memutuskan apa yang terbaik yang
digunakan untuk sumberdaya. Peran ini terdiri dari :
a. Enterpreneur (wirausaha)
Manajer sebagai inisiat perubahan. Memulai proyek perbaikan,
mengidentifikasi ide, mendelegasikan tanggung jawab kepada yang lainnya.
Contohnya : manajer dibolehkan mengenali masalah atau kesempatan untuk
dieksploitasi. dan manajer bisa menginisiatif perubahan untuk suatu keadaan
atau situasi. Sebagai langkah berikutnya, bukan dimulai oleh manajer tetapi
oleh beberapa individu atau kelompok lain.
b. Disturbance handler (pengendalian gangguan)
Manajer sebagai perannya yaitu pengendalian gangguan.
Gangguan bisa mencakup msalah pemogokan, pelanggaran hak cipta. manajer
memutuskan bagaimana jika ada konflik terjadi antara bawahan yang harus
diputuskan dan langkah-langkah ketika seorang karyawan atau bawahan tiba-tiba
mengundurkan diri atau kehilangan seorang pelanggan penting. Semua ini termasuk
dalam peran pengendalian ini.
c. Resource
allocator (pengalokasi sumberdaya)
Disini manajer memutuskan bagaimana suatu organisasi akan
menggunakan sumber dayanya, jadwal, pendanaan, maupun prioritas. Manajer
memutuskan siapa sumberdaya yang akan di unit tertentu dan siapa yang akan
memiiki akses untuk wajtu manajer. Sebagai contoh manajer mengalokasikan dana dalam
anggaran operasional unit antara anggota unit dan proyek.
d. Negotiator (perunding)
Disini manajer berperan melakukan negosiasi kontrak utama
dengan organisasi atau individu lain. Misal seorang manajer melakukan
perundingan sebagai wakil perusahaan dengan manajer di lain perusahaan, Para
manajer menggunakan banyak waktunya sebagai perunding karena hanya merekalah
yang memiliki informasi dan otoritas yang dibutuhkan seorang perunding. Sebagai
contoh manajer dapat menegosiasikan serikat kontrak, perjanjian dengan
konsultan, atau hubungan jangka panjang dengan pemasok.
b. Kompetensi
Manajer
Kompetensi
manajer diperlukan dalam tujuan untuk menyatu padukan semua unsur-unsur yang
ada dalam suatu prusahaan atau instansi tersebut ke dalam
tendensi praktek perusahaan. Jadi,
dengan kata lain bahwa perusahaan-perusahaan di dunia menggunakan
kompetensi untuk menemukan dan mengatur
perusahaan dalam performa yang tinggi. Kompetensi seorang manajer terdiri
dari gabungan antara keterampilan, kemampuan, pengetahuan dan sikap manajemen.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Pengetahuan
Manajer
Seorang
manajer perusahaan atau instansi harus
memiliki wawasan yang luas
tentang
segala hal yang menunjang kegiatan perusahaan atau instansinya, misalnya
industri perusahaan dan managemen fungsional sumber daya. Selain itu manajer juga
harus mengerti Informasi (Information
literacy) yaitu meliputi pengertian bagaimana menggunakan informasi pada
tiap-tiap tahap dari prosedur pemecahan masalah, dimana informasi dapat
diperoleh, dan bagaimana membagikan informasi dengan orang lain. Serta harus memahami persaingan tuntutan
dari
kelompok stakeholder yang berbeda,
memahami bagaimana kegiatan bisnis inti menciptakan
peluang bagiaktor-aktor lain
dalam masyarakat dan bagaimana perusahaan dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat, memahami risiko sosial dan lingkungan dan peluang yang dimiliki perusahaan dan perusahaan sektor industri, dan memahami perdebatan kelembagaan pada perandan legitimasi perusahaan.
dalam masyarakat dan bagaimana perusahaan dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat, memahami risiko sosial dan lingkungan dan peluang yang dimiliki perusahaan dan perusahaan sektor industri, dan memahami perdebatan kelembagaan pada perandan legitimasi perusahaan.
2. Kemampuan
Manajer
Seorang
manajer dituntut memiliki kemampuan yang tinggi
agar mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Kemampuan manajerial merupakan
kemampuan pengelolaan organisasi, diantaranya manajemen SDM, manajemen
keuangan, manajemen operasi, manajemen pemasaran, manajemen strategik, dsb.
Tuntutan kemampuan berdasarkan tingkatan bisa dilihat dalam gambar berikut.
Dalam
mengukur kemampuan seseorang tenaga kerja, misalnya guru, dosen, dan lain lain
biasanya digunakan cara sertifikasi, yaitu dengan melakukan serangkaian tes
dengan tujuan untuk melakukan standarisasi kemampuan bagi para tenaga kerja
yang siap bekerja dilapangan. Dengan kata lain, seorang tenaga kerja yang
memiliki kemampuan yang memenui standar akan mendapatkan sertifikat yang
menunjukan bahwa orang tersebut telah memenuhi standar kemampuan dan layak
untuk bekerja sesuai dengan bidangnya.
Kemampuan
manajer ini dapat diuji dengan adanya sertifikasi manajer. Sertifikasi
ini dapat menjadi bukti bahwa seseorang memiliki kemampuan manajerial dan
memiliki kemampuan memanajemen sesuatu. Sertifikasi ini penting bagi
seorang manajer guna menjamin kredibilitas kinerjanya.
3. Keterampilan
Manajer
Robert L.ktz pada tahun 1970
mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:
a.
Keterampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager)
harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi
kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah
dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau
konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret
itu biasanya disebut sebagai proses
perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan
konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
b.
Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity
skill)
Selain kemampuan konsepsional,
manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau
keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan
kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer
terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif,
bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian
mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi
diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
c.
Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan ini pada umumnya
merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan
teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu,
misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi,
akuntansi dan lain-lain.
Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W.
griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:
a. Keterampilan manajemen waktu
Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan
seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana.
Karena waktu yang mereka miliki merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya
berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.
b.
Keterampilan membuat keputusan
Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan
menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah
yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top
manager).
4. Sikap
Manajer
Seorang
manajer memiliki fungsi yang penting di dalam perusahaan, sehingga harus
memiliki sikap yang profesional dalam berorganisasi. Sehingga apa yang menjadi
tujuan dari perusahaan bisa tercapai dengan cara yang efektif dan efisien.
Sikap manajemen tersebut meliputi kejujuran dan integritas,
perspektif jangka panjang, buka pikiran,
menghargai dan merangkul keanekaragaman, keyakinandan keberanian, dorongan untuk
ketahanan persaingan, kapasitas untuk berpikir di luar
kotak.
Dapat disimpulkan bahwa
manjadi seorang manajer itu tidak gampang, banyak hal yang harus dikuasai,
semua peran harus dilaksanakan dengan baik serta semua kompetensi mutlak
dimiliki seorang menajer. Karena memang posisi menjadi seorang manajer itu
sangat penting, sangat berpengaruh pada berjalannya suatu perusahaan. Sehingga
apabila ada kekurangan pada manajernya, pasti akan berdampak luas bagi
perusahaan.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Draft,
Richard L.2007.Management.Jakarta:
Salemba-Empat
Gomez-Mejia, Luis R.; David B. Balkin and
Robert L. Cardy (2008). Management: People, Performance, Change, 3rd edition.
New York
http://workawesome.com/management/how-to-be-a-good-manager-8-quick-tips/
Reddy,
P N. and Tripathi P.C. 2006.
Principles of management, 3rd edn. books.google.co.id, viewed 19 March 2012, from
Robbins, Stephen dan Mary coulter. 2007.
Management, 8th Edition. NJ: Prentice Hall.
Rue, Leslie W dan Lloyd L Byars. 2005. Management : Skills and Application 11th
Edition. New York: Mc Graw Hill
Companies
Tidak ada komentar:
Posting Komentar