PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP KESEJAHTERAAN
Makalah Ini Di Buat Untuk
Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Ekologi
Pemerintahan Indonesia
Dosen : Drs. H. Pepep Sulaeman, M.Si
Disusun
Oleh :
NANA SUTISNA
6520114040
Prodi : Ilmu Pemerintahan 6 / Sore
PROMRAM STUDI S1 ILMU PEMERINTAHAN
SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN POLITIK
STISIP WIDYAPURI MANDIRI SUKABUMI
2017
JL.
Raya Cisaat No. 6 Telp./Fak. 0266-222867 Kab. Sukabumi
(e-mail
: mandiri @ stisipwidyapuri.com –
website : www.stisipwidyapuri.com
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Penduduk adalah orang atau
sekelompok orang yang tinggal di suatu tempat.
Adapun yang dimaksud penduduk Indonesia adalah orang-orang yang menetap di Indonesia. Berdasarkan publikasi
dari Badan Pusat Statistik (BPS), hasil
sensus pada tahun 2015 menunjukkan bahwa penduduk Indonesia berjumlah 257,9 juta jiwa. Dilihat
dari jumlah penduduk yang demikian banyaknya,
Indonesia menduduki urutan keempat sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak
di dunia setelah Cina, India, dan Amerika
Serikat. Penduduk merupakan modal dasar dalam pembangunan, tapi dari sisi lain juga bisa menjadi beban
oleh negara untuk memacu pertumbuhan ekonomi.
Jumlah penduduk yang besar mempunyai dampak terhadap proses dan hasil usaha pembangunan. Jumlah
penduduk yang besar tersebut apabila mampu
berperan sebagai tenaga kerja yang berkualitas akan merupakan modal pembangunan yang besar dan akan sangat
menguntungkan bagi usaha-usaha pembangunan
di segala bidang.
Indonesia merupakan salah satu
negara dengan kekayaan dan keragaman
alam serta budaya yang luar biasa. Tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia termasuk tinggi, yakni
sekitar 1,98% per tahun. Indonesia merupakan
negara dengan nomor urut keempat dalam besarnya jumlah penduduk setelah China, India, dan Amerika Serikat. Menurut
data statistik dari BPS, jumlah penduduk
Indonesia saat ini adalah 257,9 juta jiwa, dengan angka pertumbuhan bayi sebesar 1,49 % per tahun. Angka pertumbuhan
ini relatif lebih kecil
dibandingkan dengan angka pertumbuhan bayi pada tahun 1970, yaitu sebesar 2,34%. Dengan jumlah penduduk sebesar 257,9 juta
jiwa, maka pertambahan penduduk
setiap tahunnya adalah 3,5 juta jiwa. Jumlah itu sama dengan jumlah seluruh penduduk di Singapura. Lonjakan
penduduk yang sangat tinggi atau
baby booming di Indonesia akan berdampak sangat luas, termasuk juga dampak bagi ekologi atau lingkungan hidup. Hal itu dapat
mengganggu keseimbangan, bahkan
merusak ekosistem yang ada. Dengan laju pertumbuhan
penduduk Indonesia sebesar 1,98% per tahun, penduduk Indonesia pada 45 – 50 tahun mendatang diperkirakan akan berlipat
ganda yakni menjadi 490 juta jiwa.
Pertumbuhan penduduk memiliki
banyak pengaruh, seperti perkembangan
social, karena pesatnya pertumbuhan penduduk tanpa di ikuti dengan kualitas dan kuantitas yang
dimiliki sumber daya manusia. Dampak pertumbuhan
penduduk yang semakin luar biasa akan menimbulkan banyak sekali konflik dalam ranah kehidupan
social, seperti kendala yang dihadap badan
kesejahteraan keluarga berencana (BKKBN) tersebut. Bukan cuma itu migrasi merupakan penyebab terbesar lainnya
dalam perkembangan social karena
pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk banyak menyebabkan pengaruh dan dampak dampak negative
lainnya ; Pengetahuan tentang aspek- aspek
dan komponen demografi seperti fertilitas, mortalitas, morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan,
dan aspek keluarga dan rumah tangga akan
membantu para penentu kebijakan dan perencana program untuk dapat mengembangkan program pembangunan
kependudukan dan peningkatan kesejahteraan
masyarakat yang tepat sasaran.
Selain itu, kemiskinan tidak bisa
dilepaskan dari kebodohan dimana sangat
erat hubungannya dengan kemiskinan dan keterbelakangan dalam ekonomi dan kemakmuran. Meski
kenyataannya ada anak-anak keluarga miskin
yang memiliki kemampuan akademik yang baik tetapi keterbelakangan untuk meraih kesempatan dalam berbagai
bidang kehidupan juga yang menimbulkan
diskriminasi lantaran status sosial dan ekonomi yang rendah. Untuk memerangi
kemiskinan tentu harus bekerja keras. Memerangi kebodohan tentu harus giat belajar, namun kenyataannya
pendidikan kian sulit terjangkau
kebanyakan rakyat disebabkan oleh biaya yang semakin mahal seiring berkembangnya zaman. Sulitnya juga
orang-orang untuk mendapatkan pekerjaan
yang layak untuk menunjang kehidupan.
Disinilah pemerintah sangat diharapkan
yaitu memainkan perannya untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dalam suatu negara, peran pemerintah sangat menentukan, baik dalam
membuat masyarakat menjadi miskin,
maupun keluar dari kemiskinan. Negara yang maju adalah Negara yang lebih mementingkan kepentingan
masyarakatnya untuk menjadikan masyarakat
lebih sejahtera dan makmur sehingga kemiskinan yang ada dapat diminimalisir, bahkan lebihnya dapat
dihilangkan.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Fenomena
Pertumbuhan Penduduk Indonesia ?
2.
Pengaruh Pertumbuhan
Penduduk Terhadap Kesejahteraan ?
1.3
Batasan Masalah
Makalah ini hanya membahas tentang Pengaruh
Pertumbuhan Penduduk Terhadap
Kesejahtraan Masyarakat.
1.4
Tujuan Penulisan
1.
Menguraikan penyabab masalah pertumbuhan penduduk
2.
Menguraikan konsep dan defenisi kemiskinan serta penyebab kemiskinan
4.
Menguraikan Fenomena Pertumbuhan Penduduk di kaji dengan Issu Terkini
BAB II
PEMBAHASAN
1. Fenomena
Pertumbuhan Penduduk Indonesia
Pertumbuhan
penduduk Indonesia yang semakin hari menunjukkan perkembangan yang pesat telah melahirkan berbagai macam
persoalan di Negara ini. Dalam
tulisan singkat ini saya ingin mengungkapkan hipotesis saya tentang hal ini, yakni bahwa perkembangan
penduduk Indonesia ternyata memunculkan
banyak konflik, dimana pangkal dari persoalan itu adalah kuantitas yang terus bertambah yang tidak
diikuti oleh sumber daya manusia yang
mendukung. Hal ini menyangkut aspek ekonomi politik sosial bahkan budaya.
1.2. Aspek
Ekonomi
Sudah
barang tentu dengan pertumbuhan penduduk yang semakin banyak maka akan membutuhkan lapangan kerja untuk menutupi kebutuhan
sehari-hari. Dengan demikian
pertumbuhan penduduk yang fantastik yang terjadi
di Indonesia harus segera mendapatkan perhatian dari pemerintah demi mengantisipasi angka pengangguran yang
seiring bertambahnya penduduk tentu
akan memicu hal itu.
1.3. Aspek
Politik
Dari
aspek politik, perkembangan penduduk Indonesia akan memberikan dampak pada ranah perpolitikan karena dengan
suara rakyat yang semakin
bertambah dengan semakin banyaknya penduduk akan memunculkan konflik baru dalam dunia perpolitikan yang
dengan hal itu akan menimbulkan kecurangan
dalam pemilihan umum, sebagaimana yang kita lihat dewasa ini. Disamping itu juga pertumbuhan penduduk yang
semakin menjadi akan menumbulkan
aspirasi baru dari suara rakyat yang tentunya akan menyibukkan anggota DPR untuk membuat
undang-undang baru atau merevisi yang lama sebagai
langkah untuk mensejahterakan rakyat, namun demikian langkah yang dilakukan oleh anggota DPR kita masih
terkesan lambat dan belum pro rakyat sehingga
akan menimbulkan ketidakpuasan di hati rakyat dan tentunya akan mengganggu kedamaian Negara.
1.4. Aspek
Sosial
Selanjutnya
dari aspek sosial, menurut persepsi kami, setelah mendengar dan menyaksikan dari berita dan membaca dari
surat kabar atau Koran harian,
ternyata aspek sosiallah yang paling besar mendapatkan dampak dengan pertumbuhan penduduk Indonesia
yang semakin meledak. Berikut sebuah
pernyataan yang saya kutip dari Koran harian seputar Indonesia tentang masalah KB, “dengan klinik
kesejahteraan keluarga, pelayanan yang diberikan bukan hanya pelayanan kontrasepsi melainkan juga konsultasi
menyangkut seluruh masalah dasar
ibu, anak, gizi, dan terutama tentang pentingnya program KB dan dampak ledakan penduduk”. Dari kutipan
tersebut betapa sesungguhnya dampak
dari pertumbuhan penduduk yang semakin luar biasa akan menimbulkan banyak sekali konflik dalam ranah kehidupan sosial,
seperti kendala yang dihadapi oleh
badan kesejahteraan keluarga berencana (BKKBN) tersebut.
Masih
ada lagi dampak yang terjadi dengan pertumbuhan penduduk yang pesat, yakni akan menimbulkan
banyak kriminalitas sperti yang terjadi belakangan
ini, yang hal ini sangat bertalian dengan aspek ekonomi dan budaya. Seperti kasus yang terjadi di
Probolinggo dan di daerah lainnya, menurut
Pakar Sosiologi Universitas Airlangga, Bagong Suyanto, bahwa kriminalitas yang terjadi belakangan ini
lebih di picu oleh dendam pribadi yang
di latar belakangi oleh faktor ekonomi, yang kemudian berkesimpulan bahwa penyebat terjadinya semua itu
adalah karena masyarakat kita telah kehilangan
struktur yang biasanya di jadikan tempat menyelesaikan masalah seperti: Tetua, Tokoh Masyarakat
ataupun Ketua Suku. Hal ini menurut persepsi
kami muncul karena seperti yang saya kemukakan di muka adalah karena pesatnya pertumbuhan penduduk tanpa
diikuti oleh kualitas kemanusiaan dalam
hal ini Sumber Daya Manusia itu sendiri.
Namun
demikian pertumbuhan penduduk yang tinggi di bisa di manfaatkan untuk membangun Negara, karena pada dasarnya segala
bentuk organisasi membutuhkan
kuantitas untuk membuat suatu perubahan, lebih- lebih
dalam ketatanegaraan. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana menyeimbangkan antara kuantitas dan
kualitas untuk selalu dalam satu tatanan dan
terformat dengan baik, sehingga dengan demikian segala macam konflik yang terjadi yang disebabkan oleh
pertumbuhan penduduk akan bisa di hentikan
atau paling tidak bisa di minimalisir.
2. Pengaruh Pertumbuhan Penduduk Terhadap
Kesejahteraan
Jumlah
penduduk yang besar dalam hal ini, selain membuat kerugian, juga ada keuntungannya, dengan
pertumbuhan penduduk rakyat jadi makin bisa
saling bersosialisai, bermusyawarah, dan bersilahturahmi memprkuat kerukunan dan kesatua. Dan hubungannya
dengan kesejahteraan banyak, seperti
halnya, dengan adanya pertumbuhan penduduk, jadi semakin banyak orang-orang baru yang memiliki
kelebihannya masing-masing, terutama dalam HAL
IT/Teknologi dengan orang-orang ini kita dapat hidup sejahtera, knpa demikian, dengan adanya orang yang
baru, yang memiliki inovasi dan menciptakan
sesuatu yang baru, kita dapat merasakannya, dan juga dapat memperdayakan SDM yang ada
dengan cara kita latih agar bisa seperti orang- orang
baru tersebut.
Jadi pada dasarnya hubungan Pertumbuhan Penduduk terhadap Kesejahteraan sangat bagus dan banyak keterkaitannya diantaranya :
1. Dengan adanya SDM baru yang muda,
berprestasi pula dapat mengajarkan orang-orang
yang terdahulu/ jadul/ yang belum mengerti akan teknologi
2. Dengan Membuat lapangan pekerjaan
yang baru, untuk para org yang membutuhkan
pekerjaan/ tidak tidak dapat melanjutkan sekolah.
3. Dengan saling bergotong-royong
bersama-sama saling bahu membahu untuk bisa
menjaga persatuan dan kesatuan negara kita.
4. Adanya
saling bantu bila mengalami musibah.
5. Saling
menjada keamanan lingkungan masing-masing.
6. Dan semakin banyak manusia yang bisa
memikirkan sodara-sodara kita yang kesusahan,
agar sama-sama bisa maju.
Pertumbuhan
Penduduk memiliki pengertian perubahan penduduk dari satu waktu ke waktu yang lainnya pada suatu wilayah atau
populasi yang dapat digunakan
sebagai pengukuran. Istilah pertumbuhan penduduk bisa ditujukan untuk semua spesies namun lazimnya pertumbuhan
penduduk dikatikan dengan manusia.
Dalam demografi dan ekologi, nilai pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilai
kecil dimana jumlah individu dalam sebuah populasi
meningkat. NPP hanya merujuk pada perubahan populasi pada periode waktu unit, sering diartikan
sebagai persentase jumlah individu dalam populasi ketika dimulainya periode. Ini dapat dituliskan
dalam rumus:
Cara
yang paling umum untuk menghitung pertumbuhan penduduk adalah rasio, bukan nilai. Perubahan populasi
pada periode waktu unit dihitung sebagai
persentase populasi ketika dimulainya periode. Yang merupakan:
Penduduk
suatu negara merupakan objek dan subjek pembangunan. Sebagai obyek artinya penduduk merupakan faktor yang harus
dibangun atau ditingkatkan
kualitas hidupnya. Sebagai subjek penduduk merupakan faktor pelaku proses pembangunan. Di lihat dari sisi
yang lain, penduduk merupakan beban
sekaligus potensi bagi suatu negara. Apabila suatu negara pertumbuhan penduduknya sangat tinggi, ini
merupakan masalah. Hal ini dikarenakan kapasitas
wilayah suatu Negara terbatas. Apabila suatu negara telah mengalami pertumbuhan penduduk yang tinggi, hal
ini bisa menyebabkan ledakan penduduk.Akibat
akibat dari ledakan penduduk tersebut sangat berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan penduduk
tersebut dalam suatu wilayah atau negara
tersebut. Secara nasional pertumbuhan penduduk Indonesia masih relatif cepat, walaupun ada kecenderungan
menurun. Antara tahun 1961 – 1971
pertumbuhan penduduk sebesar 2,1 % pertahun, tahun 1971 – 1980 sebesar 2,32% pertahun, tahun 1980 – 1990
sebesar 1,98% pertahun, dan periode
1990 – 2000 sebesar 1,6% pertahun. Keluarga berencana merupakan suatu usaha untuk membatasi jumlah
anak dalam keluarga, demi kesejahteraan keluarga.
Dalam program ini setiap keluarga dianjurkan mempunyai dua atau tiga anak saja atau merupakan keluarga
kecil.Dengan terbentuknya keluarga kecil
diharapkan semua kebutuhan hidup anggota keluarga dapat terpenuhi sehingga terbentuklah keluarga
sejahtera.
Ledakan
penduduk Indonesia mulai terlihat tahun 80-an. Jika pada tahun 1930 jumlah penduduk Indonesia
masih berkisar 60,7 jiwa, tahun 1985 melonjak
hampir tiga kali lipat, yaitu 164 juta jiwa. Tahun 2000 telah lebih dari 200 juta jiwa. Sampai dengan
tahun 2008 jumlah itu terus meningkat. Tahun
2005 mencapai 218.869.000 jiwa dan tahun 2008 mencapai 237.512.355 jiwa. Tabel di bawah memberi
informasi hasil sensus di Indonesia
tahun 1961-2000, hasil survey antar sensus, serta data lain. Amati perubahan jumlah penduduk yang
terjadi! Rata-rata angka kelahiran kasar termasuk
kriteria sedang – tinggi.
Tabel : Hasil sensus penduduk
Indonesia 1961-2008
Ledakan
penduduk menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat terutama dalam bidang sosial ekonomi. Pertumbuhan
penduduk yang terlalu cepat tidak
sebanding dengan perkembangan ekonomi.
Beberapa dampak buruk ledakan jumlah
penduduk adalah sebagai berikut.
·
Semakin terbatasnya sumber-sumber
kebutuhan pokok (pangan, sandang, dan papan
yang layak). Akibatnya sumber-sumber kebutuhan pokok tersebut tidak lagi sebanding dengan bertambahnya jumlah
penduduk.
·
Tidak mencukupinya fasilitas sosial
dan kesehatan yang ada (sekolah, rumah sakit,
tempat rekreasi) serta berbagai fasilitas pendukung kehidupan lain.
·
Tidak mencukupinya lapangan
pekerjaan bagi tenaga kerja yang ada. Akibatnya,
terjadilah peningkatan jumlah pengangguran dan berdampak pada menurunnya kualitas social (banyak tuna wisma,
pengemis, kriminalitas meningkat,
dan lain-lain)
2.2.3.
Upaya Mengatasi Ledakan Jumlah Penduduk
Permasalahan
akibat ledakan jumlah penduduk terutama dialami oleh Negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal itu terjadi
karena Negara berkembang ternyata
memiliki pertumbuhan penduduk lebih tinggi dibandingkan
negara maju. Persentase pertumbuhan penduduknya lebih dari 2% dan termasuk kriteria tinggi.
Di
samping melaksanakan Gerakan Keluarga Berencana (GKB) dan pendidikan kependudukan di berbagai
jenjang sekolah, pemerintah dan pihakpihak
tertentu juga menempuh berbagai usaha lain.
Berbagai usaha pendukung tersebut di
antaranya adalah sebagai berikut.
·
Meningkatkan produksi pangan untuk
mengatasi kekurangan bahan pangan (misalnya
dengan intensifikasi, ekstensifikasi, dan diversifikasi pertanian);
·
Membangun sarana dan prasarana
pendidikan yang jumlahnya sebanding dengan
jumlah penduduk usia sekolah.
·
Meningkatkan jumlah fasilitas sosial
dan kesehatan (rumah sakit, puskesmas, dan
poliklinik).
·
Meningkatkan jumlah lapangan kerja
sehingga sebanding dengan jumlah penduduk
usia kerja.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulannya adalah bahwa pertumbuhan
penduduk berkaitan dengan kemiskinan
dan kesejahteraan masyarakat. Pengetahuan tentang aspek- aspek dan komponen demografi seperti fertilitas, mortalitas,
mortilitas, migrasi, ketenagakerjaan,
perkawinan, dan aspek keluarga dan rumah tangga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana program
untuk dapat mengembangkan program
pembangunan kependudukan dan peningkatan kesejahteraan
masyarakat yang tepat sasaran.
Dampak Negatif Pertumbuhan Penduduk
Lainnya:
·
Lahan tempat tinggal dan bercocok
tanam berkurang
·
semakin banyaknya polusi dan limbah
yang berasal dari rumah tangga, pabrik, perusahaan,
industri, peternakan, dll
·
Angka pengangguran meningkat
·
Angka kesehatan masyarakat menurun
·
Angka kemiskinan meningkat
·
Pembangunan daerah semakin dituntut
banyak
·
Ketersediaan pangan sulit
·
Pemerintah harus membuat kebijakan
yang rumit
·
Angka kecukupan gizi memburuk
·
Muncul wanah penyakit baru
Cara-cara yang dapat
dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah
penduduk :
1.
Penambahan dan penciptaan lapangan
kerja dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat
maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan
akan meningkatkan tingkat pendidikan yang
akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
2.
Meningkatkan kesadaran dan
pendidikan kependudukan. Dengan semakin sadar
akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara
sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga
berencana.
3.
Mengurangi kepadatan penduduk dengan
program transmigrasi
Dengan menyebar penduduk pada
daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk
rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan
jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
4.
Meningkatkan produksi dan pencarian
sumber makanan
Hal ini untuk mengimbangi jangan
sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti
dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan
dengan daerah lainnya.
Hal-hal yang perlu
dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk
:
1.
Menggalakkan program KB atau
Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak
dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
2.
Menunda masa perkawinan agar dapat
mengurangi jumlah angka kelahiran yang
tinggi.
3.2 Saran
Usaha yang harus
dilakukan pemerintah untuk mengatasi ledakan penduduk
antara lain :
1. Memperluas lapangan kerja melalui
industrialisasi
2. Melaksanakan program Keluarga Berencana
(KB)
3. Meningkatkan produksi pangan sesuai
kebutuhan penduduk
4. Melaksanakan program transmigrasi serta
Menambah sarana pendidikan dan perumahan
sederhana.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. Data dan
Informasi Kemiskinan berbagai tahun. Badan Pusat Statistik Indonesia,
Jakarta.
Ekonomi dan
Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia tahun 2003-2004. Kumpulan
skripsi UNDIP: Semarang.
Ichwanmuis.
2011. Definisi, Penyebab, dan Indikator Kemiskinan.
http://ichwanmuis.com/?p=1335. Dinkses 23 Maret 2011.
Siregar, H.
2006. Perbaikan Struktur dan Pertumbuhan Ekonomi: Mendorong Investasi dan
menciptakan lapangan Kerja. Jurnal Ekonomi Politik dan Keuangan, INDEF.
Jakarta
Siregar, H.
dan Dwi Wahyuniarti. 2007. Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Penurunan
Jumlah Penduduk Miskin.
http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/pdffiles/PROS_2008_MAK3.pdf. Dinkses
tanggal 2 Februari 2010.
Todaro,
Michael dan Smith. 2006. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Jakarta:
Erlangga. Penterjemah: Drs. Haris Munandar, MA; Puji A.L, SE
Winarno,
Wing Wahyu. 2009. Analisis Ekonometrika dan Statistika Dengan Eviews.
Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Wongdesmiwati.
2009. Pertumbuhan Ekonomi Dan Pengentasan Kemiskinan Di Indonesia: Analisis
Ekonometrika.
http://wongdesmiwati.files.wordpress.com/2009/10/pertumbuhan-ekonomi dan
pengentasan-kemiskinan-di-indonesia-_analisis-ekonometri_.pdf. Dinkses tanggal
5 Mei 2011.
World Bank
Institute. 2002. Dasar-dasar Analisis Kemiskinan. Edisi Terjemahan BPS.
Badan Pusat Statistik, Semarang Pengertian Kemiskinan: http://www.worldbank.org/poverty
http://helitha-noviantymuchtar.blogspot.com/2010/07/dampak-pertumbuhan-penduduk-terhadap.html
http://irshadi-bagas-4all.blogspot.com/2008/05/pengaruh-kepadatan-manusia-terhadap.html
http://herunorton.ngeblogs.com/2011/10/27/pengaruh-pertumbuhan-penduduk-terhadap-perkembangan-sosial-di-indonesia/
http://helitha-noviantymuchtar.blogspot.com
http://irshadi-bagas-4all.blogspot.com/2008/05/pengaruh-kepadatan-manusia-terhadap.html
http://herunorton.ngeblogs.com/2011/10/27/pengaruh-pertumbuhan-penduduk-terhadap-perkembangan-sosial-di-indonesia/
http://helitha-noviantymuchtar.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar