Rabu, 13 Desember 2017

MAKALAH PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP KESEJAHTERAAN

MAKALAH
PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP KESEJAHTERAAN

Makalah Ini Di Buat Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Ekologi Pemerintahan Indonesia
Dosen : Drs. H. Pepep Sulaeman, M.Si


Disusun Oleh :
NANA SUTISNA
6520114040







Prodi : Ilmu Pemerintahan 6 / Sore

PROMRAM STUDI S1 ILMU PEMERINTAHAN
SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN POLITIK
STISIP WIDYAPURI MANDIRI SUKABUMI
2017

Komplek Gelanggang Cisaat
JL. Raya Cisaat No. 6 Telp./Fak. 0266-222867 Kab. Sukabumi
(e-mail : mandiri @ stisipwidyapuri.com – website : www.stisipwidyapuri.com



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
                         Penduduk adalah orang atau sekelompok orang yang tinggal di suatu          tempat. Adapun yang dimaksud penduduk Indonesia adalah orang-orang yang      menetap di Indonesia. Berdasarkan publikasi dari Badan  Pusat Statistik (BPS),             hasil sensus pada tahun 2015 menunjukkan bahwa penduduk Indonesia           berjumlah 257,9 juta jiwa. Dilihat dari jumlah penduduk yang demikian        banyaknya, Indonesia menduduki urutan  keempat sebagai negara yang             memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia setelah Cina, India, dan           Amerika Serikat. Penduduk merupakan modal dasar dalam pembangunan, tapi         dari sisi lain juga bisa menjadi beban oleh negara untuk memacu pertumbuhan       ekonomi. Jumlah penduduk yang besar mempunyai dampak terhadap proses         dan hasil usaha pembangunan. Jumlah penduduk yang besar tersebut apabila           mampu berperan sebagai tenaga kerja yang berkualitas akan merupakan modal          pembangunan yang besar dan akan sangat menguntungkan bagi usaha-usaha    pembangunan di segala bidang.
                         Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan dan          keragaman alam serta budaya yang luar biasa. Tingkat pertumbuhan penduduk       di Indonesia termasuk tinggi, yakni sekitar 1,98% per tahun. Indonesia        merupakan negara dengan nomor urut keempat dalam besarnya jumlah        penduduk setelah China, India, dan Amerika Serikat. Menurut data statistik   dari BPS, jumlah penduduk Indonesia saat ini adalah 257,9 juta jiwa, dengan    angka pertumbuhan bayi sebesar 1,49 % per tahun. Angka pertumbuhan ini            relatif lebih kecil dibandingkan dengan angka pertumbuhan bayi pada tahun 1970, yaitu sebesar 2,34%. Dengan jumlah penduduk sebesar 257,9 juta jiwa,           maka pertambahan penduduk setiap tahunnya adalah 3,5 juta jiwa. Jumlah itu           sama dengan jumlah seluruh penduduk di Singapura. Lonjakan penduduk yang        sangat tinggi atau baby booming di Indonesia akan berdampak sangat luas, termasuk juga dampak bagi ekologi atau lingkungan hidup. Hal itu dapat          mengganggu keseimbangan, bahkan merusak ekosistem yang ada. Dengan laju       pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,98% per tahun, penduduk     Indonesia pada 45 – 50 tahun mendatang diperkirakan akan berlipat ganda     yakni menjadi 490 juta jiwa.  
                         Pertumbuhan penduduk memiliki banyak pengaruh, seperti perkembangan social, karena pesatnya pertumbuhan penduduk tanpa di ikuti            dengan kualitas dan kuantitas yang dimiliki sumber daya manusia. Dampak           pertumbuhan penduduk yang semakin luar biasa akan menimbulkan banyak            sekali konflik dalam ranah kehidupan social, seperti kendala yang dihadap            badan kesejahteraan keluarga berencana (BKKBN) tersebut. Bukan cuma itu migrasi merupakan penyebab terbesar lainnya dalam perkembangan social           karena pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk banyak menyebabkan         pengaruh dan dampak dampak negative lainnya ; Pengetahuan tentang aspek-         aspek dan komponen demografi seperti fertilitas, mortalitas, morbiditas,            migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek keluarga dan rumah tangga           akan membantu para penentu kebijakan dan perencana program untuk dapat             mengembangkan program pembangunan kependudukan dan peningkatan          kesejahteraan masyarakat yang tepat sasaran.
                         Selain itu, kemiskinan tidak bisa dilepaskan dari kebodohan dimana            sangat erat hubungannya dengan kemiskinan dan keterbelakangan dalam         ekonomi dan kemakmuran. Meski kenyataannya ada anak-anak keluarga           miskin yang memiliki kemampuan akademik yang baik tetapi keterbelakangan        untuk meraih kesempatan dalam berbagai bidang kehidupan juga yang      menimbulkan diskriminasi lantaran status sosial dan ekonomi yang rendah.                         Untuk memerangi kemiskinan tentu harus bekerja keras. Memerangi           kebodohan tentu harus giat belajar, namun kenyataannya pendidikan kian sulit         terjangkau kebanyakan rakyat disebabkan oleh biaya yang semakin mahal     seiring berkembangnya zaman. Sulitnya juga orang-orang untuk mendapatkan   pekerjaan yang layak untuk menunjang kehidupan.
                         Disinilah pemerintah sangat diharapkan yaitu memainkan perannya             untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dalam suatu negara, peran       pemerintah sangat menentukan, baik dalam membuat masyarakat menjadi    miskin, maupun keluar dari kemiskinan. Negara yang maju adalah Negara   yang lebih mementingkan kepentingan masyarakatnya untuk menjadikan          masyarakat lebih sejahtera dan makmur sehingga kemiskinan yang ada dapat     diminimalisir, bahkan lebihnya dapat dihilangkan.

1.2     Rumusan Masalah
1.             Fenomena Pertumbuhan Penduduk Indonesia ?
2.             Pengaruh Pertumbuhan Penduduk Terhadap Kesejahteraan ?

1.3     Batasan Masalah
                         Makalah ini hanya membahas tentang Pengaruh Pertumbuhan          Penduduk Terhadap Kesejahtraan Masyarakat.

1.4     Tujuan Penulisan
1.      Menguraikan penyabab masalah pertumbuhan penduduk
2.      Menguraikan konsep dan defenisi kemiskinan serta penyebab kemiskinan
4.      Menguraikan Fenomena Pertumbuhan Penduduk di kaji dengan Issu Terkini



BAB II
PEMBAHASAN

1. Fenomena Pertumbuhan Penduduk Indonesia
                         Pertumbuhan penduduk Indonesia yang semakin hari menunjukkan             perkembangan yang pesat telah melahirkan berbagai macam persoalan di           Negara ini. Dalam tulisan singkat ini saya ingin mengungkapkan hipotesis saya tentang hal ini, yakni bahwa perkembangan penduduk Indonesia ternyata   memunculkan banyak konflik, dimana pangkal dari persoalan itu adalah     kuantitas yang terus bertambah yang tidak diikuti oleh sumber daya manusia yang mendukung. Hal ini menyangkut aspek ekonomi politik sosial bahkan             budaya.
1.2.    Aspek Ekonomi
                         Sudah barang tentu dengan pertumbuhan penduduk yang semakin banyak maka akan membutuhkan lapangan kerja untuk menutupi kebutuhan     sehari-hari. Dengan demikian pertumbuhan penduduk yang fantastik yang terjadi di Indonesia harus segera mendapatkan perhatian dari pemerintah demi          mengantisipasi angka pengangguran yang seiring bertambahnya penduduk             tentu akan memicu hal itu.
1.3.    Aspek Politik
                         Dari aspek politik, perkembangan penduduk Indonesia akan            memberikan dampak pada ranah perpolitikan karena dengan suara rakyat yang            semakin bertambah dengan semakin banyaknya penduduk akan memunculkan konflik baru dalam dunia perpolitikan yang dengan hal itu akan menimbulkan        kecurangan dalam pemilihan umum, sebagaimana yang kita lihat dewasa ini.     Disamping itu juga pertumbuhan penduduk yang semakin menjadi akan             menumbulkan aspirasi baru dari suara rakyat yang tentunya akan menyibukkan           anggota DPR untuk membuat undang-undang baru atau merevisi yang lama             sebagai langkah untuk mensejahterakan rakyat, namun demikian langkah yang        dilakukan oleh anggota DPR kita masih terkesan lambat dan belum pro rakyat sehingga akan menimbulkan ketidakpuasan di hati rakyat dan tentunya akan           mengganggu kedamaian Negara.

1.4.    Aspek Sosial
                         Selanjutnya dari aspek sosial, menurut persepsi kami, setelah            mendengar dan menyaksikan dari berita dan membaca dari surat kabar atau       Koran harian, ternyata aspek sosiallah yang paling besar mendapatkan dampak           dengan pertumbuhan penduduk Indonesia yang semakin meledak. Berikut             sebuah pernyataan yang saya kutip dari Koran harian seputar Indonesia tentang            masalah KB, “dengan klinik kesejahteraan keluarga, pelayanan yang diberikan    bukan hanya pelayanan kontrasepsi melainkan juga konsultasi menyangkut           seluruh masalah dasar ibu, anak, gizi, dan terutama tentang pentingnya          program KB dan dampak ledakan penduduk”. Dari kutipan tersebut betapa       sesungguhnya dampak dari pertumbuhan penduduk yang semakin luar biasa akan menimbulkan banyak sekali konflik dalam ranah kehidupan sosial, seperti         kendala yang dihadapi oleh badan kesejahteraan keluarga berencana (BKKBN)       tersebut.
                         Masih ada lagi dampak yang terjadi dengan pertumbuhan penduduk           yang pesat, yakni akan menimbulkan banyak kriminalitas sperti yang terjadi             belakangan ini, yang hal ini sangat bertalian dengan aspek ekonomi dan     budaya. Seperti kasus yang terjadi di Probolinggo dan di daerah lainnya,    menurut Pakar Sosiologi Universitas Airlangga, Bagong Suyanto, bahwa    kriminalitas yang terjadi belakangan ini lebih di picu oleh dendam pribadi           yang di latar belakangi oleh faktor ekonomi, yang kemudian berkesimpulan            bahwa penyebat terjadinya semua itu adalah karena masyarakat kita telah   kehilangan struktur yang biasanya di jadikan tempat menyelesaikan masalah           seperti: Tetua, Tokoh Masyarakat ataupun Ketua Suku.  Hal ini menurut           persepsi kami muncul karena seperti yang saya kemukakan di muka adalah    karena pesatnya pertumbuhan penduduk tanpa diikuti oleh kualitas kemanusiaan dalam hal ini Sumber Daya Manusia itu sendiri.
                         Namun demikian pertumbuhan penduduk yang tinggi di bisa di       manfaatkan untuk membangun Negara, karena pada dasarnya segala bentuk             organisasi membutuhkan kuantitas untuk membuat suatu perubahan, lebih-         lebih dalam ketatanegaraan. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana       menyeimbangkan antara kuantitas dan kualitas untuk selalu dalam satu tatanan           dan terformat dengan baik, sehingga dengan demikian segala macam konflik          yang terjadi yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk akan bisa di           hentikan atau paling tidak bisa di minimalisir.

2. Pengaruh Pertumbuhan Penduduk Terhadap Kesejahteraan
                         Jumlah penduduk yang besar dalam hal ini, selain membuat kerugian,          juga ada keuntungannya, dengan pertumbuhan penduduk rakyat jadi makin    bisa saling bersosialisai, bermusyawarah, dan bersilahturahmi memprkuat      kerukunan dan kesatua. Dan hubungannya dengan kesejahteraan banyak,   seperti halnya, dengan adanya pertumbuhan penduduk, jadi semakin banyak           orang-orang baru yang memiliki kelebihannya masing-masing, terutama dalam          HAL IT/Teknologi dengan orang-orang ini kita dapat hidup sejahtera, knpa           demikian, dengan adanya orang yang baru, yang memiliki inovasi dan           menciptakan sesuatu yang baru, kita dapat merasakannya, dan juga dapat                   memperdayakan SDM yang ada dengan cara kita latih agar bisa seperti orang-  orang baru tersebut.

                        Jadi pada dasarnya hubungan Pertumbuhan Penduduk terhadap      Kesejahteraan sangat bagus dan banyak keterkaitannya diantaranya :
1.    Dengan adanya SDM baru yang muda, berprestasi pula dapat mengajarkan      orang-orang yang terdahulu/ jadul/ yang belum mengerti akan teknologi
2.    Dengan Membuat lapangan pekerjaan yang baru, untuk para org yang membutuhkan pekerjaan/ tidak tidak dapat melanjutkan sekolah.
3.    Dengan saling bergotong-royong bersama-sama saling bahu membahu untuk    bisa menjaga persatuan dan kesatuan negara kita.
4.     Adanya saling bantu bila mengalami musibah.
5.     Saling menjada keamanan lingkungan masing-masing.
6.    Dan semakin banyak manusia yang bisa memikirkan sodara-sodara kita yang   kesusahan, agar sama-sama bisa maju.

                         Pertumbuhan Penduduk memiliki pengertian perubahan penduduk dari satu waktu ke waktu yang lainnya pada suatu wilayah atau populasi yang          dapat digunakan sebagai pengukuran. Istilah pertumbuhan penduduk bisa             ditujukan untuk semua spesies namun lazimnya pertumbuhan penduduk     dikatikan dengan manusia. Dalam demografi dan ekologi, nilai pertumbuhan   penduduk (NPP) adalah nilai kecil dimana jumlah individu dalam sebuah            populasi meningkat. NPP hanya merujuk pada perubahan populasi pada      periode waktu unit, sering diartikan sebagai persentase jumlah individu dalam         populasi ketika dimulainya periode. Ini dapat dituliskan dalam rumus:

                         Cara yang paling umum untuk menghitung pertumbuhan penduduk             adalah rasio, bukan nilai. Perubahan populasi pada periode waktu unit dihitung           sebagai persentase populasi ketika dimulainya periode. Yang merupakan:
                         Penduduk suatu negara merupakan objek dan subjek pembangunan.            Sebagai obyek artinya penduduk merupakan faktor yang harus dibangun atau         ditingkatkan kualitas hidupnya. Sebagai subjek penduduk merupakan faktor   pelaku proses pembangunan. Di lihat dari sisi yang lain, penduduk merupakan           beban sekaligus potensi bagi suatu negara. Apabila suatu negara pertumbuhan           penduduknya sangat tinggi, ini merupakan masalah. Hal ini dikarenakan   kapasitas wilayah suatu Negara terbatas. Apabila suatu negara telah mengalami          pertumbuhan penduduk yang tinggi, hal ini bisa menyebabkan ledakan       penduduk.Akibat akibat dari ledakan penduduk tersebut sangat berpengaruh   terhadap tingkat kesejahteraan penduduk tersebut dalam suatu wilayah atau      negara tersebut. Secara nasional pertumbuhan penduduk Indonesia masih   relatif cepat, walaupun ada kecenderungan menurun. Antara tahun 1961 –           1971 pertumbuhan penduduk sebesar 2,1 % pertahun, tahun 1971 – 1980 sebesar 2,32% pertahun, tahun 1980 – 1990 sebesar 1,98% pertahun, dan    periode 1990 – 2000 sebesar 1,6% pertahun. Keluarga berencana merupakan           suatu usaha untuk membatasi jumlah anak dalam keluarga, demi kesejahteraan   keluarga. Dalam program ini setiap keluarga dianjurkan mempunyai dua atau           tiga anak saja atau merupakan keluarga kecil.Dengan terbentuknya keluarga kecil diharapkan semua kebutuhan hidup anggota keluarga dapat terpenuhi         sehingga terbentuklah keluarga sejahtera.
                         Ledakan penduduk Indonesia mulai terlihat tahun 80-an. Jika pada             tahun 1930 jumlah penduduk Indonesia masih berkisar 60,7 jiwa, tahun 1985    melonjak hampir tiga kali lipat, yaitu 164 juta jiwa. Tahun 2000 telah lebih            dari 200 juta jiwa. Sampai dengan tahun 2008 jumlah itu terus meningkat. Tahun 2005 mencapai 218.869.000 jiwa dan tahun 2008 mencapai          237.512.355 jiwa. Tabel di bawah  memberi informasi hasil sensus di             Indonesia tahun 1961-2000, hasil survey antar sensus, serta data lain. Amati           perubahan jumlah penduduk yang terjadi! Rata-rata angka kelahiran kasar        termasuk kriteria sedang – tinggi.
          Tabel : Hasil sensus penduduk Indonesia 1961-2008
                         Ledakan penduduk menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan     masyarakat terutama dalam bidang sosial ekonomi. Pertumbuhan penduduk        yang terlalu cepat tidak sebanding dengan perkembangan ekonomi.
          Beberapa dampak buruk ledakan jumlah penduduk adalah sebagai berikut.
·                Semakin terbatasnya sumber-sumber kebutuhan pokok (pangan, sandang, dan           papan yang layak). Akibatnya sumber-sumber kebutuhan pokok tersebut tidak lagi sebanding dengan bertambahnya jumlah penduduk.
·                Tidak mencukupinya fasilitas sosial dan kesehatan yang ada (sekolah, rumah             sakit, tempat rekreasi) serta berbagai fasilitas pendukung kehidupan lain.
·                Tidak mencukupinya lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja yang ada.             Akibatnya, terjadilah peningkatan jumlah pengangguran dan berdampak pada   menurunnya kualitas social (banyak tuna wisma, pengemis, kriminalitas           meningkat, dan lain-lain)
2.2.3.      Upaya Mengatasi Ledakan Jumlah Penduduk
                         Permasalahan akibat ledakan jumlah penduduk terutama dialami oleh          Negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal itu terjadi karena Negara     berkembang ternyata memiliki pertumbuhan penduduk lebih tinggi   dibandingkan negara maju. Persentase pertumbuhan penduduknya lebih dari          2% dan termasuk kriteria tinggi.
                         Di samping melaksanakan Gerakan Keluarga Berencana (GKB) dan            pendidikan kependudukan di berbagai jenjang sekolah, pemerintah dan pihakpihak tertentu juga menempuh berbagai usaha lain.
          Berbagai usaha pendukung tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.
·                Meningkatkan produksi pangan untuk mengatasi kekurangan bahan pangan (misalnya dengan intensifikasi, ekstensifikasi, dan diversifikasi pertanian);
·                Membangun sarana dan prasarana pendidikan yang jumlahnya sebanding      dengan jumlah penduduk usia sekolah.
·                Meningkatkan jumlah fasilitas sosial dan kesehatan (rumah sakit, puskesmas,            dan poliklinik).
·                Meningkatkan jumlah lapangan kerja sehingga sebanding dengan jumlah                   penduduk usia kerja.


BAB III
PENUTUP

3.1     Kesimpulan
                         Kesimpulannya adalah bahwa pertumbuhan penduduk berkaitan     dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-         aspek dan komponen demografi seperti fertilitas, mortalitas, mortilitas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek keluarga dan rumah tangga          akan membantu para penentu kebijakan dan perencana program untuk dapat       mengembangkan program pembangunan kependudukan dan peningkatan         kesejahteraan masyarakat yang tepat sasaran.
          Dampak Negatif Pertumbuhan Penduduk Lainnya:
·                Lahan tempat tinggal dan bercocok tanam berkurang
·                semakin banyaknya polusi dan limbah yang berasal dari rumah tangga, pabrik,          perusahaan, industri, peternakan, dll
·                Angka pengangguran meningkat
·                Angka kesehatan masyarakat menurun
·                Angka kemiskinan meningkat
·                Pembangunan daerah semakin dituntut banyak
·                Ketersediaan pangan sulit
·                Pemerintah harus membuat kebijakan yang rumit
·                Angka kecukupan gizi memburuk
·                Muncul wanah penyakit baru
                        Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan   jumlah penduduk :
1.             Penambahan dan penciptaan lapangan kerja dengan meningkatnya taraf hidup          masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak        rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan      yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
2.             Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan. Dengan semakin   sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka           diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan            keluarga berencana.
3.             Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
          Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan   penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak       sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang            tersedia.
4.             Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
          Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak     diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan       swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.

                        Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan           penduduk :
1.             Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah         anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
2.             Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran    yang tinggi.
3.2     Saran
                        Usaha yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi ledakan    penduduk antara lain :
1.       Memperluas lapangan kerja melalui industrialisasi
2.       Melaksanakan program Keluarga Berencana (KB)
3.       Meningkatkan produksi pangan sesuai kebutuhan penduduk
4.       Melaksanakan program transmigrasi serta Menambah sarana pendidikan dan             perumahan sederhana.






DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. Data dan Informasi Kemiskinan berbagai tahun. Badan Pusat Statistik Indonesia, Jakarta.
Ekonomi dan Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia tahun 2003-2004. Kumpulan skripsi UNDIP: Semarang.
Ichwanmuis. 2011. Definisi, Penyebab, dan Indikator Kemiskinan. http://ichwanmuis.com/?p=1335. Dinkses 23 Maret 2011.
Siregar, H. 2006. Perbaikan Struktur dan Pertumbuhan Ekonomi: Mendorong Investasi dan menciptakan lapangan Kerja. Jurnal Ekonomi Politik dan Keuangan, INDEF. Jakarta
Siregar, H. dan Dwi Wahyuniarti. 2007. Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Penurunan Jumlah Penduduk Miskin.
Todaro, Michael dan Smith. 2006. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Jakarta: Erlangga. Penterjemah: Drs. Haris Munandar, MA; Puji A.L, SE
Winarno, Wing Wahyu. 2009. Analisis Ekonometrika dan Statistika Dengan Eviews. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Wongdesmiwati. 2009. Pertumbuhan Ekonomi Dan Pengentasan Kemiskinan Di Indonesia: Analisis Ekonometrika.
http://wongdesmiwati.files.wordpress.com/2009/10/pertumbuhan-ekonomi dan pengentasan-kemiskinan-di-indonesia-_analisis-ekonometri_.pdf. Dinkses tanggal 5 Mei 2011.
World Bank Institute. 2002. Dasar-dasar Analisis Kemiskinan. Edisi Terjemahan BPS. Badan Pusat Statistik, Semarang Pengertian Kemiskinan: http://www.worldbank.org/poverty


Tidak ada komentar:

Posting Komentar