KATA PENGANTAR
Dalam tahun 1982 telah di undangkan
Undng-Undang Republik Indonesia Nomor 4 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan
pokok Pengelolaan lingkungan hidup yang di susul dengan peraturan pemerintah
Republik Indonesia Nomor 29, 1986 yang mengatur tentang pelaksanaan analisis
dampak lingkungan. PP 29, 1986 mulai berlaku pada 5 juni 1987.
Pelaksaan amdal sendiri di indonesia
jauh lebih awal daripada undang undang dan peraturan pemerintah tersebut,
terutama dalam hal proyek yang menerima bantuan dari badan laur negeri yang
megaitkan pemberian bantuan itu dengan dilakukanya ADL untuk proyek yang di
beri bantuan tersebut.
Makalah ini di susun dari beberapa
referensi guna untuk berbagi ilmu dan berdasarkan pengalaman ( survey) yang di lakukan oleh penulis dan
beberapa rekan perkuliahan, namun dalam hal ini penulis beserta rekan-rekan
memohon maap apabila ada nya kekurangan dalam hal informasi, kata-kata, dan
tulisan, dikarnakan adanya keterbatasan sumber informasi yang di dapat dari
hasil survey, beserta keterbatasan waktu.
Tidak lupa pula penulis mengucapkan
terimakasih kepada pihak yang telah membantu dalam hal penyusunan makalah ini.
Sukabumi, 09 September 2016
BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Analisa mengenai dampak lingkungan yang
sering di singkat AMDAL lahir di Amerika serikat , national environmental
policy act ( NEPA ) dengan di undang-undangkan nya tentang lingkungan hidup
pada tahun 1969, NEPA 1969 mulai berlaku pada tanggal 1 januari 1970, pasal 102
(2) (c) dalam undang - undang ini menyatakan semua usulan legislasi dan
aktivitas pemerintah federal yang besar yang diperkirakan akan mempunyai dampak
penting terhadap lingkungan diharuskan disertai laporan
(
Analisa Dampak Lingkungan ).
NEPA sendiri merupakan reaksi terhadap
kerusan lingkungan oleh aktivitas manusia yang makin meningkat , diantaranya
tercemarnya lingkungan oleh pestisida serta limbah industri dan transpor, rusak
nya habitat alam diantaranya tumbuhan dan hewan langka, serta menurunya nilai
estetika alam.
Di indonesia sendiri saat ini sedang
mengalami gejolak yang hampir sama, maka dari itu perlu dilakukan nya Analisa
Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk mencegah dampak yang lebih besar dan
berkelanjutan, di indonesia masih banyak masalah tersebut walaupun
dibangdingkan dengan negara berkembang lainnya, contoh hal nya dalam tingkat
kesehatan beberapa jenis penyakit, misal nya masih tinggi. Hal tersebut sangat
berkaitan dengan banyaknya pembangunan yang tidak di sertai dengan AMDAL, serta
pertumbuhan penduduk yang sangat besar, Adapun di indonesia sendiri masih
kurang nya lapangan pekerjaan di luar sektor pertanian.
Walaupun pembangunan kita prlukan untuk
mengatasi banyak masalah, termasuk masalah lingkungan , namun pengalam menunjukan pembangunan dapat dan telah mempunyai banyak
dampak negatif. Dengan adanya dampak negatif tersebut haruslah kita waspada,
pada suatu pihakkita tidak boleh takut utuk melakukan pembangunan karna tanpa
pembangunan kita pasti ambruk, pda lain pihak kita harus memperhitungkan dampak
negatif dan berusaha untuk menekan nya menjadi sekecil kecil nya.pembanguna itu
harus berwawasan lingkungan yaitu lingkungan di perhatikan sejak mulai
perencanaan pembangunan sampai waktu opersional pembangunan itu, dengan
pembangunan berwawasan lingkungan pembangunan dapat berkelanjutan.
BAB
II
EKOLOGI
MANUSIA
·
Hubungan
antara manusia dengan lingkungan hidupnya
Manusia,
seperti halnya semua mahluk berinteraksi dengan lingkungan hidupnya, ia
mempengaruhi lingkungan hidupnya dan sebaliknya ia di pengaruhi oleh lingkungan
hidupnya, manusia tergantung pada lingkungan hidupnya kelangsungan hidupnya
mungkin hanya dalam batas kemampuan nya untuk menyesuaikan dirinya terhadap
sifat lingkungan hidupnya. Batas ini di tentukan oleh proses seleksi selama jutaan
tahun dalam evolusi manusia.
Ciri
khas manusia yang berbudaya ialah bahwa ia beragama, agama membentuk pandangan
hidup manusia , disamping itu proses interaksi manusia dengan lingkungan
hidupnya, juga sangat mempengaruhi pandangan hidup manusia. Ia mengamati
lingkungan hidupnya dan ia belajar dari pengalaman interaksi itu. Ia menyusun
citra tentang lingkungan hidup nya.
Citra
ini tidaklah sempurna, dalam arti tidak sesuai benar dengan kenyataan yang ada.
maka dari itu citra tersebut selalu mangalami perubahan dari waktu ke waktu
untuk di sesuaikan dengan pendapat yang di anggap mendekati benar.
·
Kualitas
lingkungan
Kualitas
dapatlah di artikan dalam kaitannya dengan kualitas hidup, yaitu dalam kualitas lingkungan yang baik terdapat
potensi untuk berkembangnya kualitas hidup yang tinggi. Namun kualitas hidup
sifatnya adalah subyektif dan relatif.
Kualitas hidup dapat di ukur dengan tiga kriteria :
1. Derajat
dipenuhinya kebutuhan untuk hidup sebagai mahluk hayati. Kebutuhan ini bersifat
mutlak, yang di dorong dengan keinginan manusia untuk menjaga kelangsungan
hidup hayatinya, melainkan juga masyarakatnya serta terutama kelangsungan
hidupnya sebagai jenis melalui keturunannya. Kebutuhan ini terdiri atas air,
udara pangan, kesempatan untuk mendapatkan keturunan serta perlindungan
terhadap penyakit dan sesama manusia
2. Derajat
dipenuhinya kebutuhan untuk hidup manusiawi. kebutuhan hidup ini bersifat
relatif, walaupun ada kaitanya dengan
kebutuhan hidup jenis pertama di atas
3. Derajat
kebebasan untuk memilih. Sudah menjadi hal yang tetap dalam masyarakat, derajat
kebebasan itu dibatasi dengan hukum, baik yang tertulis maupun yang tidak
tertulis, contoh hal nya dalam kebebasan memilih agama dan pendidikan
·
Pembangunan
berkelanjutan
Pembangunan
yang akan selalu membawaa perubahan. Sudah barang tentu perubahan yang di
harapkan adalah perubahan yang baik menurut ukuran manusia. Contoh dalam suatu
daerah terdapat beberapa penyakit, kekurangan pangan, tingkat pendidikan yang
rendah, hal ini tingkat kualitas hidup adalah rendah dan kualitas hidup di
daerah itu relatif rendah. Pembangunan yang di maksud adalah untuk mengubah
kondisi tersebut.
Usaha
lainnya adalah untuk menaikan tingkat produksi pangan. Hal ini dapat dilakukan
dengan kombinsi beberapa cara. Misalnya pengairan, pemupukan, penngendalia
hama, penyakit dan gulma, serta penanaman varietas unggu. Jika hal ini terjadi
maka akan terjadi keseimbangan lingkungan yang baru yang kita anggap lebih
tinggi. Menambah sarana pendidikan pun mengubah keseimbangan lingkungan,
khususnya ligkungan sosial budaya.
Maka
dari itu pembangungan bertujuan setingkat demi setingkat mengubah keseimbangan
lingkungan ke arah kualitas yang kita anggap lebih tinggi, dan pembangunan itu
haruslah berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
BAB
III
ARTI
DAN PERANAN ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN
·
Konsep
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Konsep
ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. Sering orang memprakirakan apakah
konsekuensi tindakan yang akan di
lakukannya dan memikirkann tindak lanjut apa yang di perluka untuk
memperbesar atau memperkecil kensekuensi
tindakannya itu. Pda dasrnya ini adalah AMDAL.
Dalam
undang-undang NEPA 1969 AMDAL dimaksudkan sebagai alat untuk merencanakan
tindakan preventif terhadap kerusakan lingkungan yang mungkin akan di timbulkan
oleh aktifitas pembangunan yang sedang direncanakan. Di indonesia, analisis
mengenai dampak lingkungan tertera dalam pasal 16 Undang Undang No. 4 tahun
1982. Tentang ketentuan ketentuan pokok pengelolaan lingkungan
hidup.pelaksanaannya di atur dalam peraturan pemerintah (PP) No. 29 tahun 1986
Yang mulai berlaku pada tanggal 5 juni 1987. PP No 29 tahun 1986 kemudian di
cabut dan di ganti dengan PP No 51 tahun 1993.
Dalam
undang undang yang sudah di buat, dampak diartikan sebagai pengaruh aktivitas manusia dalam pembangunan
terhadap lingkungan. Hali ini dapat di mengerti bahwa tujuan di adakannya
undang undang tersebutt adalah untuk melindungi lingkungan terhadap pembangunan
yang tidak bijaksana, namun dilain pihak harus lah kita lihat bahwa di negara
kita sebagian besar kondisi lingkungan yang mengganggu kesejahteraan lingkungan
kita, baik yang alamiah maupun yang terbentuk oleh kegiatan manusia, justru di
sebabkan oleh kekurangan atau bahkan tidak adanya pembangunan . penyakit
menular yanng di sebabkan oleh vektor penyakit dan keadaan sanitasi lingkungan
yang rendah adalah contoh diantara banyak contoh . untuk mengatasi hal tersebut
maka perlu di adakannya pembangunan, disamping itu usaha untuk melindungi
lingkungan terhadap pembanngunan yang tidak bijaksana ,perlu pula dilakukan
usaha untuk melindungi pembangunan dari dampak aktivitas lingkungan. Aktivitas
lingkungan tersebut bisa bersifat alamiah bisa juga disebabka oleh aktifitas
manusia.
Konsep
AMDAL yang mepelajari dampak pembangunan terhadap lingkungan dan dampak
lingkungan terhadap pembangunan juga di dasarkan pada konsep ekologi yang
secara umum di definisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang interaksi
antara mahluk hidup dengan lingkungan nya. AMDAL merupakan bagian dari ilmu
ekologi pembangunan yang mempelajari hubungan timbal balik atau interaksi
antara pembangunan dan lingkungan.
·
Arti
dampak
Dampak
adalah suatu perubahan yang terjadi akibat susatu aktivitas. Aktivitas tersebut
bisa bersifat alamiah baik kimia, fisik, maupun biologi. Dampak pembangunan
menjadi masalah karena perubahan yang di sebabkan oleh pembangunan selalu lebih luas daripada yang menjadi
sasaran pembangunan yang direncanakan. secara umum dalam AMDAL dampak pembangunan diartikan sebagai perubahan yang tidak di
rencanakan yang di akibatkan oleh aktivitas pembangunan.
Didalam AMDAL kita
menjumpai 2 jenis batasan tentang dampak, yaitu:
1. Dampak
pembangunan terhadap lingkungan ialah perbedaan antara kondisi lingkungan
sebelum ada pembangunan dan yang di prakirakan akan ada setelah ada nya
pembangunan
2. Dampak
pembangunan terhadap lingkungan ialah perbedaan antara kondisi lingkungan yang
di prakirakan akan ada tanpa adanya pembangunan dan yang di prakirakan akan ada
dengan ada nya pembangunantersebut
·
Dampak
sosial dan dampak kesehatan
Di
negara barat, antara lain, di amerika
serikat dan kanada telah di kembangkannya Analisis Dampak Sosial (ADS; social
impact analysis = SIA). Perkembangan ini
dikarnakan AMDAL hanya mempelajari dampak biologi, fisik, dan kimia.
Padahal dampak sosial pun tidak kalah pentingnnya , istilah sosial disini
meliputi sosial, ekonomi, budaya.
Menurut
penjelasan pasal 1 ayat 9 dan pasal 16 dalam undang undang No 4 tahunn 1982, dampak meliputi juga dampak
non fisik, termasuk sosial budaya. Pasal 3 undang undang ini menyebutkan
pengelolaan lingkungan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
Karna itu aspek kesehatan yang merupakan salah
satu faktor utama kesejahteraan manusiajuga termasuk dalam pengelolaan
lingkungan. Mengingat hal itu AMDAL sudah seharusnya meliputi analisis mengenai
dampak bio-fisik dampak sosial dan dampak kesehatan. Maka seyogyanya kita dalam
melakukan nalaisis mengenai dampak lingkungan, tidak hanya mencangkup aspek
biofisik, tetapi aspek kesehatan, sosial
pun menjadi perhitungan
·
Peruntukan
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
AMDAL
diperuntukan untuk perencanaan program dan proyek karena itu amdal sering
disebut preaudit. Baik menurut udang
undang maupun berdasarkan pertimbangan teknis. Amdal bukan lah sebuah alat
untuk mengaji lingkungan setelah program atau proyek yang telah selesai dan
operasional, sebab setelah program atau proyek telah selesai lingkungan tela
berubah, sehingga garis dasar seluruhnya
atau sebagian telah terhapus dan tidak ada lagi acuan untuk mengukur dampak.
AMDAL
seyogya nya di lakukan seawal mungkin dalam daur proyek, yaitu bersamasama
dengan eksplorasi, telaah kelayakan rekayasa dan telaah kelayakan ekonomi
sehingga AMDAL mejadi sebuah komponen integral telaah kelayakan proyek.
Pengalaman menunjukan AMDAL masih belum efektif dalam hal penggunaannya suatu
proses perencanaan. Sebab sebab penting tidak efektif nya AMDAL ialah :
1. Pelaksanaan
AMDAL yang terlambat , sehingga tidak dapat lagi mempengaruhi proses perencanaan
tanpa menyebabkan penundaan pelaksanaan
program atau proyek dan menaikan biaya proyek
2. Kurang
nya perhatian pada sementara pihak tentang arti dan peranan AMDAL sehingga
AMDAL dilaksanakan sekedar untuk memenuhi peraturan undang-undang atau bahkan
di salah gunakan untuk membenarkan suatu proyek.
3. Belum
cukup berkembangnya teknik AMDAL
4. Kurang
nya keterampilan pada komisi AMDAL untuk memeriksa laporan AMDAL
BAB
IV
ISI
PEMBAHASAN
setelah kita melakukan survey terhadap
pabrik semen SCG (siam cemen group) yang terletak di wilayah desa sinar resmi
gunung guruh kabupaten sukabumi, mengalami permasalahan yang sangat luarbiasa
bagi lingkungan, masyarakat, dan tentunya permasalahan lain yang berhubungan
dengan lingkungan sekitar.
Pabrik semen ini berdiri di atas tanah
seluas 85 hektar yang dapat mengancam kelestarian lingkungan khususnya di
daerah yang dekat dengan pabrik tersebut, dan pabrik tersebut berdiri di
wilayah yang seharusnya menjadi lahan resapan air, pabrik yang berkapasitas 1,8
juta ton pertaun ini mulai beroperasi pda akhir tahun 2015.
Yang
menjadi tujuan didirikan nya pabrik semen ini adalah:
1. Untuk
meningkatkan pendapatan perkapita daerah
2. Untuk
mengurangi angka pengangguran
3. Meningkatkan
kesejahteraan masyarakat sekitar
4. Meningkatkan
perekonomian warga sekitar
Namun pada kenyataan nya jauh dari
tujuan tersebut, masyarakat banyak mengeluh dan protes terhadap pembangunan
pabrik semen itu sendiri, dikarnakan dampak yang begitu besar yang timbul dari produksi
semen itu, saat ini dampak dari pabrik semen SCG sudah mulai dirasakan oleh
masyarakat diantaranya :
1. Kebisingan
yang di timbulkan dari mesin produksi semen
2. Debu
yang mulai bertambah dari sebelum di adakan nya pabrik semen
3. Kegersangan
sudah mulai dirasakan masyarakat
4. Kekeringan
sudah mulai terjadi
5. Kemacetan
yang mulai parah
6. Kesehatan
masyarakat tergganggu
7. Dll
Namun disamping itu memang ada sebagian
masyarakat yang di untungkan dengan adanya pabrik semen SCG seperti adanya
warga yang bekerja di pabrik itu, ada pula warga yang membuka usaha di wilayah
yang dekat dengan pabrik, namun hal itu sangat relatif kecil di bandingkan
dengan masyarakat yang di rugikan, dan ada beberapa masyarakat yang belum
terelokasi.
Menurut direktur walhi jabar dadan ramadhan
mengatakan “kekhawatiran tersebut muncul setelah adanya, laporan dan protes
dari waga kampung kubang jaya RW 9 desa sinarresmi, mega proyek pembangunan
pabrik semen jawa dengan dukungan modal investasi asing dari perusahaan Siam
Cemen Group (SCG) dan pemerintah Thailand bermasalah dari aspek sosial dan
lingkungan hidup, dan dinilai adanya indikasi pelanggaran aturan selama proses
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan pabrik semen.
Selain itu pembangunan pabrik semen tersebut tidak melibatkan partisipasi
masyarakat, masyarakat yang terkena dampak langsung maupun tidak langsung tidak
diberi informasi yang utuh dan lengkap
mengenai rencana pembangunan , padahal masyarakat wajib dilibatkan dan
tahu terhadap proses dan dampak dari pembangunan pabrik semen sejak pra
kontruksi, kontruksi, paska kontruksi sebagai mandat undang undang perlindungan
dan pengelolaan lingkungan hidup hanya segelintir orang yang dilibatkan, ini
tidak dibenarkan melanggar prosedur.
Beliau menilai bahwa pemerintah daerah
dan pihak SCG telah mengabaikan aspirasi dan keberatan warga yang melakukan
penolakan dan dirugikan oleh pembangunan padahal pembangunan tidak bisa
dilakukan sebelum aspek keberatan warga dan masalah sosial di masyarakat di
selesaikan, apalagi ini melibatkan perusahaan asing dengan skema penanaman
modal asing.
Dari aspek lingkungan berdasarkan survey
seharusnya pemerintah tidak memberika izin pembangunan pabrik di perbukitan,
dekat pemukiman warga, dalam aturan nya pabrik boleh didirikan dengan syarat
jarak antara pabrik dengan pemukiman itu sekitar 2km , pabrik semen ini berdiri
dengan jarak 100 meter dari pemukiman warga, berarti disini jelas ini sudah
menyalahi beberapa aturan. Yang syogyanya akan mengandung banyak resiko dan
mengancam keselamatan, keamanan dan
kesehatan warga. Dan kesejahteraan warga.
BAB
V
PENUTUP
KESIMPULAN
Indonesia adalah negara berkembang, oleh
karna itu diperlukan pembangunan pembangunan yang bisa meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, akan tetapi dalam pembangunan-pembangunan harus yang
berwawasan lingkungan guna untuk meminimalisir dampak negatif, karna dalam
pembangunan tidak bisa di pungkiri pasti adanya dampak negatif, baik kepada
masyarakat, keutuhan alam, ekonomi, sosial dan budaya.
Di sukabumi sendiri dengan adanya
pabrik semen itu menjadi salah satu contoh pabrik yang tidak berwawasan
lingkungan, karena dampak yang di timbulkan pun sangat besar, bukan hanya
dampak terhadap lingkungan akan tetapi dampak
sosial, ekonomi pun terjadi.
Oleh karena itu peran pemerintah dan
instansi terkait dalam hal ini menjadi peran penting demi terselamatkan nya
alam indonesia, khususnya sukabumi dan terselamatkan nya masyarakat setempat.
Karna walaubagaimanapun masyarakat tidak bisa berbuat apapa tanpa dukungan yang
lebih dari pemerintah.
Dan kitapun sebagai mahasiswa mempunyai peran penting bagi
masyarakat karena walau bagaimanapun peran fungsi mahasiswa itu sebagai agen
perubahan, soial of control, pengabdian kepada masyarakat, oleh karena itu
sudah seharusnya kita sebagai mahasiswa mengontrol dan memantau kebijakan
kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat, dan implementasi kebijakan
yang disalah gunakan semata-mata untuk kepentingan pribadi.
“Selamatkan
alam kita untuk anak cucu kita kelak di kehidupan yang akan datang” MERDEKA
!!!!!!
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
Latar belakang......................................................................................................
BAB II EKOLOGI MANUSIA
Hubungan antara manusia dengan
lingkungan hidupnya...................................
Kualitas lingkungan........................................................................................
Pembangunan
berkelanjutan..........................................................................
BAB III ARTI DAN PERANAN ANALISIS
MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN
Konsep Mengenai Analisis Dampak
Lingkungan........................................
Arti
dampak..................................................................................................................
Dampak sosial dan dampak
kesehatan.........................................................................
Peruntukan Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan...................................................
BAB IV ISI
Pembahasan.................................................................................................................
BAB V PENUTUP
Kesimpulan...................................................................................................................
MAKALAH ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN
SURVEY
PABRIK SEMEN CIAM GROUP (SCG)
Disusun
oleh :
NANA
SUTISNA
STISIP
WIDYAPURI MANDIRI
SUKABUMI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar